Dekranasda Kota Latih 20 Pengrajin Sulam Kalengkang

dekranasda

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie berupaya menghidupkan kembali penyulam-penyulam khas Kota Pontianak. Salah satunya sulaman kalengkang.

“Belum lama ini kami (Dekranasda) memberi pelatihan sulaman kalengkang pada 20 orang perwakilan PKK kecamatan dan masyarakat umum. Saya memilih ibu-ibu untuk mengikuti pelatihan ini karena saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini bisa menambah perekonomian keluarga,” jelasnya kemarin.

Selain itu, Yanieta menilai Kalengkang merupakan salah satu kerajinan khas Kota Pontianak yang menjadi kearifan lokal. Motif dari sulaman Kalengkang sejak dahulu juga bagus dan harganya yang cukup menjanjikan. “Namun, karena pengrajin sulaman Kalengkang sangat sedikit yang masih aktif sehingga kita berusaha untuk melestarikan Sulaman Kalengkang ini,” jelasnya.

Agar pelatihan ini berjalan efektif, pihak Dekranasda Kota Pontianak juga selektif dalam memilih peserta. Beberapa persyaratan yang harus dimiliki peserta diantaranya harus memiliki dasar dalam menjahit dan peserta harus berusia dibawah 50 tahun. Menurut Yanieta, Persyaratan ini penting agar hasil dari pelatihan ini betul-betul maksimal diterima oleh peserta. “Kenapa saya syaratkan harus punya dasar menjahit karena pelatihan kalengkang ini, menyulam kan perlu dasar menjahit kalau ibu ndak punya dasar menjahit, nanti sayang ndak bisa mengikuti,” jelas Yanieta.

Lebih lanjut, pihaknya selalu mendapatkan masukan dari instruktur setelah beberapa kali mengadakan pelatihan. Dari keseluruhan peserta, ada beberapa peserta yang tidak maksimal menyerap keterampilan yang diberikan oleh narasumber diantaranya disebabkan kurang konsentrasi, tidak mempunyai skill dasar  dan faktor usia. Sehingga ini menjadi masukan bagi Dekranasda Kota Pontianak untuk mengevaluasi diri dalam mengadakan setiap pelatihan.

Dirinya berpesan agar peserta tidak cepat puas diri. Dia berkeinginan agar peserta selalu meningkatkan kemampuan dan memacu diri sehingga menghasilkan kain sulam Kalengkang dengan kualitas tinggi.

“Terus terang saya sangat sulit menemukan pengrajin kalengkang saat ini, sekarang kan sudah dilatih nanti harus ada yang lebih baik dari instruktur jadi ada saingannya, ” kata Yanieta.

Dia berharap, Dengan ada persaingan membuat setiap peserta berkeinginan untuk selalu meningkatkan kemampuan dan mengevaluasi diri semakin lebih baik. Sebagai informasi, Pelatihan Sulaman

Kalengkang, dilaksanakan di Gedung UMKM Center Jalan Sultan Abdurrahman Pontianak, selama empat hari, pada 17- 20 September 2019.(iza)

loading...