Bekerja di Perusahaan Sawit
Delapan Tahun Buron, Terpidana Korupsi Ditangkap

BAJU TAHANAN: Petugas memakaikan baju tahanan terhadap terpidana kasus korupsi pengadaan sarana/ prasarana pembelajaran dan labolatorium komputer pada Akademi Keuangan dan Perbankan Graha Artha Khatulistiwa (AKUB-GAK) Pontianak, kemarin. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

PONTIANAK– Delapan tahun menjadi DPO, Heronimus Tiro, terpidana kasus korupsi pengadaan sarana/prasarana pembelajaran dan labolatorium komputer pada Akademi Keuangan Dan Perbankan Graha Artha Khatulistiwa (AKUB-GAK) Pontianak ditangkap tim Tabur (tangkap buronan) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Jumat (27/8).

Selama dalam pelarian, yang bersangkutan bekerja sebagai HRD di perusahaan sawit PT. Wirata Daya Bangun Persada, di Kabupaten Sambas.

“Yang bersangkutan ditangkap oleh tim tabur Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat di tempat kerjanya,” ujar Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Pantja Edy Setiyawan dalam keterangan persnya, Jumat (27/8) malam.

Dikatakan Pantja, yang bersangkutan melakukan tindak pidana korupsi pengadaan sarana/prasarana pembelajaran dan labolatorium komputer pada Akademi Keuangan Dan Perbankan Graha Artha Khatulistiwa (AKUB-GAK) Pontianak, pada Tahun 2010 sebesar Rp75.000.000,- yang bersumber dari Dana Hibah Pemprov Kalimantan Barat.

“Terpidana divonis 1 tahun pidana penjara. Namun dalam perjalanannya terpidana melarikan diri dan tidak memenuhi panggilan,” lanjutnya.

Dalam pencarian terpidana, berada di daerah Dusun Sentimok, Desa Sinar Baru  Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Atas informasi tersebut, Tim selanjutnya menelusuri keberadaan DPO dan diperoleh informasi bahwa DPO bekerja sebagai Karyawan pada PT. Wirata Daya Bangun Persada (Pekebunan Sawit) sejak Tahun 2017 dan selama bekerja di Perkebunan Sawit tersebut, DPO tinggal di Perumahan Karyawan yang berada di samping kantor.

Kemudian, pada Kamis (26/8), Tim Tabur Bidang Intelijen Kejati KalBar melaporkan hal tersebut kepada Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

Sekitar pukul 16.00 WiB, Tim Tabur Kejati Kalbar yang dipimpin langsung Asisten Intelijen berangkat dari Kota Pontianak menuju Kabupaten Sambas. Sesampainya di Kota Sambas, Asisten Intelijen beserta Tim Tabur bertemu dengan Kepala Kejaksaan Negeri Sambas dan jajaran untuk mempersiapkan strategi penangkapan DPO.

“Sekitar pukul 09.30 WIB sesampainya di Kantor Kebun Wirata 3, Tim Tabur langsung mengamankan DPO yang saat itu sedang bekerja. Kemudian DPO langsung dibawa menuju Kantor Kejari Sambas untuk diamankan sementara lalu sekitar pukul 13.30 WIB DPO dibawa ke Kota Pontianak guna dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Pontianak,” jelasnya.

Dengan ditangkapnya DPO atas nama Heronimus Tiro, setidaknya masih ada 14 DPO yang masih dalam pencarian.

Terpisah Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Masyhudi mengatakan, tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan/DPO. “Segera lah menyerahkan diri. Para buron/ DPO yang masih sembunyi,” tegasnya. (arf)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!