Demokrat Bakal Pecat Suryadman Gidot

SUMBER FOTO : INTERNET

PONTIANAKPOST.CO.ID – Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyayangkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bengkayang yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Barat Suryadman Gidot. Menurut Ferdinand, Gidot selama ini dikenal sebagai kader partai yang cukup berprestasi.

“Kami, Partai Demokrat menyayangkan kejadian ini karena Gidot selama ini adalah kader kami yang cukup menonjol dan berprestasi,” kata Ferdinand saat dihubungi Pontianak Post, Rabu (4/9) malam.

Kendati demikian, kata Ferdinand, Partai Demokrat akan memberikan sanksi kepada Gidot yang kini sudah berstatus tersangka korupsi di KPK itu.

Gidot terancam dipecat dari partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Hal ini sesuai dengan pakta integritas yang ditandatangi kader partai berlambang bintang mercy tersebut. “Terkait dengan OTT yang terjadi kemarin, sesuai dengan pakta integritas yang telah ditandatangani oleh kader Partai Demokrat sebagai komitmen pemberantasan korupsi, maka yang bersangkutan akan diberhentikan dari partai,” ungkap dia.

Menurutnya, Partai Demokrat juga tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Gidot. “Sebagai teman dan sahabat, kami akan terus menjadi sahabat yang setidaknya memberikan support secara moril untuk menghadapi kasus yang menimpanya,” paparnya.

Lebih lanjut Ferdinand menuturkan OTT KPK harus tetap diapresiasi sebagai kinerja bagus dari lembaga antikorupsi itu meski hingga saat ini terbukti belum mampu mengurangi tindak pindana korupsi. “Memang KPK harus lebih kepada pencegahan yaitu dengan menciptakan sistem yang membuat para pejabat sulit melakukan korupsi. Namun demikian Demokrat tetap mendukung kinerja KPK,” ujar Ferdinand.

Seperti diketahui, KPK resmi menetapkan Gidot sebagai tersangka korupsi, Rabu (4/9) sore. Penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut dari OTT yang digelar komisi antirasuah itu, Selasa (3/9), di Kota Pontianak dan Kabupaten Bengkayang. Gidot bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bengkayang Alexius ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Bengkayang 2019.
Sementara itu, tersangka pemberi suap adalah Rodi, Yosef, Nelly Margaretha, Bun Si Dat, Pandus. Semuanya merupakan pihak swasta. (ody)

Read Previous

Jeno: BPK Jangan Berpatokan pada Laporan Keuangan Semata

Read Next

Cashless Masih Temukan Kendala, Pembayaran BBM di SPBU bisa Tunai dan Non Tunai

Tinggalkan Balasan

Most Popular