Derbi Tersial Simone

Imbang: Pemain tengah Lazio Luis Alberto (kanan) mencetak gol ke gawang AS Roma yang dikawal Pau Lopez (kedua dari kiri) untuk membuat kedudukan menjadi imbang 1-1 pada Derby della Capitale Seria A Italia di Olympic stadiumm Roma (2/9). Tiziana FABI / AFP

ROMA,– Sejak menjadi allenatore Lazio per 3 April 2016, Simone Inzaghi sudah melakoni Derby della Capitale sebanyak sembilan kali. Termasuk kemarin (2/9) tujuh di Serie A dan dua kali di Coppa Italia.
Skor akhir derbi edisi ke-151 di Serie A itu sama kuat, 1-1. Roma mencetak gol lewat penalti kapten mereka Aleksandar Kolarov di menit ke-17 lantas Lazio menyamakan kedudukan lewat Luis Alberto (58′).
Namun tak ada derbi yang ‘sespesial’ yang terjadi di giornata kedua kali ini menurut Simone. Menurut pria 43 tahun itu pertandingan tak layak berakhir 1-1.

Statistik tendangan para pemain Lazio sebanyak empat kali mengenai tiang! Setali tiga uang dengan Le Aquile, maka sepakan pemain Roma juga menghantam mistar gawang dua kali. Jadi, kalau ditotal ada enam tembakan mengenai gawang.

Pada era Simeone sebagai allenatore Lazio, rekor tembakan kena gawang dalam Derby della Capitale terjadi musim 2017-2018. Tepatnya giornata ke-32. Saat laga berakhir imbang tanpa gol, sepakan para pemain Roma dua kali kena gawang.

“Mempertimbangkan jalannya pertandingan secara keseluruhan terdapat penyesalan yang sangat mendalam. Karena kami membuat demikian banyak peluang ke gawang lawan,” kata Simone setelah laga kepada Sky Sport Italia.

Selain empat kali kena gawang, menurut Stats Zone Lazio membuat 23 tembakan. Sedangkan Roma membuat percobaan separo yang dilakukan Lazio yakni 11 kali.

Opta menguatkan data statistik kalau laga ini merupakan laga super ofensif yakni dengan menulis sejak Opta mencatat statistik Serie A musim 2004-2005, maka total 34 tembakan dari kedua tim merupakan yang tertinggi dalam sejarah Derby della Capitale di 15 tahun terakhir.

“Kami seharusnya bisa memenangi pertandingan ini. Setelah Roma mengungguli kami dengan tendangan penalti maka mereka hanya menunggu bertahan dan menanti kami lengah sambil mempersiapkan serangan balik,” tutur pelatih yang punya persentase kemenangan 52,53 persen di Lazio itu.

Nah, keempat pemain Lazio yang sepakannya mengenai tiang adalah Ciro Immobile, Joaquin Correa, Lucas Leiva, dan pemain pengganti Marco Parolo. Di kubu Roma, dua tembakan yang kena tiang diborong Nicolo Zaniolo.

“Para pemain tak menjalankan strategi apa yang kami bicarakan sebelum laga. (Manuel) Lazzari terus berlari sia-sia di sisi kanan penyerangan karena dia tak cukup memberikan pasokan umpan,” ujar Simone.

Sementara itu, allenatore Roma Paulo Fonseca menyebutkan Derby della Capitale perdananya berlangsung dengan sangat menarik. Meski cuma dua gol, kedua tim saling membombardir area pertahanan lawan.

“Bagi siapapun yang menikmati sepak bola ini menjadi pertandingan yang luar biasa. Pelatih manapun pasti menanti pertandingan seperti ini yang tak setiap saat dialami,” tutur Fonseca kepada Football Italia.

Di mata eks pelatih Shakhtar Donetsk tersebut timnya mengendurkan seranngan sambil merancang serangan mematikan setelah unggul satu gol. “Flank kanan Lazio membuat kami kerepotan,” aku pelatih 46 tahun itu. (dra)

Read Previous

Kesaksian Mereka dari Detik-Detik Kecelakaan Massal Terjadi

Read Next

Keluarga Paguyuban Jawa Gelar Wayang Semalam Suntuk

Tinggalkan Balasan

Most Popular