Desa Mentonyek Ingin Bebas Terigu

PONTIANAK – Kelompok Wanita Tani Baras Baru dari Desa Mentonyek, Mempawah Hulu, Kabupaten Landak menggelar syukuran atas panen ubi mocaf seluas tiga hektare, Selasa (29/10). Ubi ini sendiri telah dipanen bertahap sejak beberapa bulan lalu. Tidak hanya menanam, para pejuang tani perempuan ini juga mengolah ubi tersebut menjadi tepung mocaf dan hasil olahan akhir.

Tepung mocaf itu sendiri sudah dikemas menarik dan diberi merek Tubikha. Singkatan dari Tepung Ubi Khatulistiwa. Adapun pangan olahannya macam-macam, seperti brownies, bolu, cake keju, rempeyek, stik bawang dan lain-lain. Olahan-olahan itu disajikan kepada para tamu dalam pesta panen kemarin.

Rendeminnya juga bagus. Satu kilogram ubi di sini menghasilkan 6,7 ons tepung mocaf. “Ini pertama kali kami di Mentonyek menanam mocaf. Dan hasilnya lumayan. Satu pohon bisa menghasilkan belasan kilogram,” sebut Yuliana Corry, Ketua KWT.

Produk-produk tersebut sudah dipasarkan di sekitar desa. Bahkan hingga ke Pontianak. Selain itu KWT Baras Baru sudah mempromosikannya lewat pameran-pameran. Terakhir mereka hadir di Pameran Hari Pangan Dunia tingkat provinsi di Sambas.

Keberhasilan itu sendiri berkat kerjasama Bank Indonesia, Dinas Pangan, Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kalbar dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). BI Kalbar memberikan bantuan sebanyak 1500 batang mocaf varietas Malang IV yang didatangkan dari Malang. Selain itu adapula bantuan mesin pembuat tepung, dan pelatihan membuat kue dari mocaf. Belakangan BI juga membantu pengemasan produk tepung mocaf dan pemasarannya.

“Begitu mendapat tawaran BI, kami langsung tertarik. Kami mau Mentonyek menjadi pionir bagi perkembangan mocaf dan industri pangan lokal di Kalbar. Kami tahu bahwa Indonesia mengimpor gandum terus. Kenapa tidak memanfaatkan tanaman lokal kita. Mocaf ini ternyata bisa menggantikan tepung terigu, dan gizinya pun lebih baik. Kami ingin Mentonyek bebas terigu,” ucapnya.

Sementara itu, Manager Komunikasi, Koordinasi dan Kebijakan BI Kalbar Djoko Juniwarto makanan favorit orang Indonesia berasal dari tepung gandum. Sementara gandum tidak tumbuh di Indonesia sehingga pemerintah selalu impor produk makanan ini.

“Padahal kita punya tepung mocaf yang bisa menggantikan tepung gandum ini. Dan tepung mocaf ini punya banyak kelebihan. Pertama tinggi serat sehingga tepat bagi mereka yang menerapkan pola hidup sehat untuk diet. Juga 100 persen glutten free atau tidak mengandung gula sama sekali, sehingga sangat cocok dikonsumsi penderita diabetes, autis atau penyakit intoleransi terhadap glutten lainnya,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, tepung Mocaf juga mengandung fitoesteron yang dapat mencegah menopous. Tepung ini juga rendah kadar glikemik serta mengandung 100 persen bahan organik. Paling penting, tepung Mocaf ini berasal dari hasil pertanian Indonesia, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan lokal, yang mendukung program pengendalian inflasi BI. (ars)