Desa Peniraman Terendam Banjir

BANJIR: petugas mengecek ketinggian banjir di Desa Peniraman, Mempawah.

MEMPAWAH – Hujan yang terus menerus mengguyur wilayah Kecamatan Sungai Pinyuh dan sekitarnya menyebabkan banjir. Sedikitnya 109 kepala keluarga (kk) di Desa Peniraman terendam banjir. Ketinggian banjir mencapai ke dalam rumah warga setempat.

“Kemarin, kita mendapatkan laporan adanya lingkungan yang terendam banjir di Desa Peniraman. Kemudian, kami lakukan pengecekan dilapangan dan ternyata memang benar terjadi banjir,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, Hermansyah, Kamis (3/9) sore.

Dari data yang dihimpunnya, Hermansyah mengatakan, banjir merendam dua dusun dan 7 RT di Desa Peniraman. Yakni, 4 RT di Dusun Peniraman Dalam dan 3 RT di Dusun Danau Gambir.

“Sementara ini, total ada 109 kk yang terendam banjir di Desa Peniraman. Yakni RT 14 (10 KK), RT 15 (12 KK), RT 16 (20 KK), RT 17 (10 KK). Kemudian, RT 19 (40 KK), RT 18 (17 KK) dan RT 20 (15 KK),” paparnya.

Hermansyah menyebut, banjir yang merendam pemukiman masyarakat di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh disebabkan tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari terakhir ini.

“Sejak Senin sampai hari ini, curah hujan cukup tinggi. Sehingga menyebabkan genangan air dilingkungan masyarakat. Dibeberapa lokasi, ketinggian air mencapai di dalam rumah warga,” sebutnya.

Lebih jauh, Hermansyah menduga, banjir yang bertahan dilingkungan masyarakat Desa Peniraman juga disebabkan adanya penyumbatan pohon nipah di aliran parit. Sehingga, pembuangan air hujan dilingkungan tersebut tidak begitu lancar.

“Banjir yang mencapai dalam rumah warga pastinya akan mengganggu aktifitas. Bahkan, kemarin sempat ada 3 kk yang mengungsi. Namun, sekarang sudah kembali ke rumah,” ucapnya.

Terhadap kondisi itu, Hermansyah memastikan pihaknya akan menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat korban banjir di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh. Rencananya, bantuan akan salurkan besok (hari ini).

“Insha Allah, besok kami akan berikan bantuan logistik. Sedangkan masalah penyumbatan aliran parit, nanti akan kita koordinasikan dengan Dinas PU dan instansi terkait lainnya,” tegas Hermansyah.

Sementara itu, salah seorang warga RT 14 RW 07, Edi menuturkan, banjir yang masuk ke dalam rumah warga di Desa Peniraman kurang lebih 10 centimeter atau semata kaki orang dewasa. Dia mengatakan, banjir telah berlangsung sejak beberapa hari belakangan ini. “Penyebab utamanya curah hujan yang cukup tinggi sejak beberapa hari ini,” pendapatnya.

Menurut Edi, genangan air hujan merendam lingkungan masyarakat hingga mencapai ke dalam rumah disebabkan buruknya sistem pembuangan air di wilayah itu. Dia menduga terjadi penyumbatan dan pendangkalan parit.

“Kita berharap pemerintah daerah melakukan normalisasi terhadap parit-parit dan muara sungai peniraman. Karena, telah terjadi pendangkalan,” tukasnya.(wah)

error: Content is protected !!