Desak Pemerintah Advokasi 27 Warga Entikong yang Ditahan di Malaysia

DITAHAN: Sebanyak 27 warga Kalbar ditahan polisi Malaysia di Sarawak karena diduga akan menyelundupkan sejumlah barang. SUARA SAWARAK FOR PONTIANAK POST

Aktivitas Ekonomi Perbatasan Anjlok dan Harga Bapok Tinggi

KETUA Asosiasi Pengusaha dan Pedagang Perbatasan Indonesia (AP3I) Raden Thalib meminta pemerintah Indonesia dan Provinsi Kalbar mengadvokasi 27 warga Entikong yang ditangkap oleh kepolisian Malaysia pada Kamis (14/5) lalu.

“Bagaimana pun juga mereka adalah warga negara Indonesia. Apa yang mereka lakukan itu untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya kepada Pontianak Post, Senin (18/5).

Menurut dia, saat ini banyak warga Entikong yang kehilangan pekerjaan dan menganggur. Lantarannya sebagian warga hidup dari kegiatan perdagangan dan jasa di kawasan PLBN Entikong. Namun pada masa pandemi Covid-19 ini, Malaysia melakukan lockdown. Begitu juga pemerintah Indonesia memperketat pintu masuk perbatasan. Dampaknya kegiatan ekspor-impor menjadi turun drastis, yang berujung pada perumahan para buruh di sektor itu.

Di sisi lain, suplai yang selama ini berasal dari Pontianak dan Sarawak menjadi terbatas. Sehingga harga kebutuhan pokok melonjak drastis. “Misalnya gula pasir, harganya bisa Rp25.000 di sini. Dua kali lipat harga di Pontianak. Begitu juga barang lainnya. Sementara bantuan pemerintah kan tidak semua mendapatkan. Inilah yang membuat frustasi masyarakat,” sebut dia.

Dia berharap, para pelaku tersebut diampuni dan diberi peringatan. Bila ada sanksi hendaknya sanksi yang ringan, karena mereka kesulitan untuk memberi nafkah pada keluarganya di musim pandemi ini. “Kami minta kehadiran negara dalam masalah ini. Situasi sangat tidak menguntungkan bagi mereka,” imbuh dia.

Sebelumnya,  sebanyak 27 warga Indonesia ditahan di Tebedu, Sarawak, Malaysia. Mereka diduga mencoba untuk menyelundupkan bahan makanan dari Malaysia. 27 orang tersebut ditangkap oleh pasukan patroli Batalion 10 Rejimen Renjer Diraja (10 RRD), Kamis (14/5) sekitar pukul 7.30 malam waktu Malaysia.

Mereka yang terdiri dari 20 laki-laki dan tujuh perempuan, ditangkap saat kedapatan membawa barang yang diduga akan diselundupkan ke Indonesia. Di antaranya bawang, sosis, makanan ringan Meruku, daging beku, tong racun dan uang tunai sebesar 27.500 Ringgit Malaysia.

Menurut anggota Perhubungan Raya Markas 1 Divisyen dalam pernyatannya yang dikutip dari Suara Sarawak. Mereka ditangkap saat anggota RRD melaksanakan patroli rutin. “Hasil pemeriksaan, kami menemukan muatan makanan yang coba untuk diselundupkan keluar dari Malaysia,” tambahnya.

Pihak Malaysia pun kian memperketat wilayah sempadan. “Melihat perkembangan saat wabah Covid-19 di Sarawak dan Kalimantan, pihak ATM senantiasa berwaspada dan siap sedia dalam menangani segala ancaman terutama isu kejahatan di perbatasan dan penyeludupan barangan ilegal,” tutupnya. (ars)

 

error: Content is protected !!