Desember SPBU Pontianak Wajib Non Tunai

WAJIB NON TUNAI : Kebijakan pembayaran BBM non tunai di Kota Pontianak diumumkan secara langsung oleh Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat menggelar Konferensi Pers, di KPw BI Kalbar, Rabu (21/8). SITI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak merilis kembali implementasi pembayaran secara non tunai di SPBU-SPBU yang ada di kota ini. Implementasi tersebut akan dilakukan secara bertahap, hingga pada Desember 2019 nanti, akan diberlakukan secara penuh untuk semua jenis bahan bakar.

“Implementasi non tunai di SPBU ini dalam rangka mewujudkan Kota Pontianak sebagai smart city,” ungkap Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat Konferensi Pers di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Barat, Rabu (21/8).

Edi menyatakan, pemberlakukan non tunai di SPBU Kota Pontianak, sebenarnya sudah resmi diluncurkan pada September 2017 silam. Hanya saja, dalam penerapannya saat ini, diakuinya belum berjalan efektif, serta adanya kritik, bahkan penolakan bagi sebagian warga Pontianak. Hal ini menurutnya menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kota Pontianak, serta pihak terkait seperti BI, Pertamina, perbankan, dan pihak lainnya, supaya ada perbaikan, sehingga nantinya kebijakan yang akan diimplementasikan lagi itu, dapat berjalan dengan baik.

Untuk membiasakan masyarakat, kata dia, terhadap kebijakan tersebut, akan dilakukan penerapannya secara bertahap. Pada tahap I Bulan September akan diberlakukan tiap hari Minggu, tahap ll Bulan Oktober diberlakukan tiap hari Selasa dan Minggu, tahap III Bulan Oktober, diberlakukan tiap hari Selasa, Kamis dan Minggu, serta di tahap IV Bulan Desember diberlakukan setiap hari. “Mulai Bulan Desember setiap hari non tunai. Kita berharap ada sedikit pemaksaan supaya masyarakat terbiasa menggunakan non tunai,” pungkas dia.

Implementasi pembayaran BBM secara non tunai di SPBU ini, mendapatkan dukungan dari perbankan seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank Kalbar, serta provider Telkomsel, Indosat dan Tri serta XL Axiata. Kepala KPw BI Kalbar, Prijono, memastikan, baik perbankan maupun SPBU sudah siap apabila kebijakan ini diimplementasikan.

Infrastruktur, mulai dari ketersedian mesin EDC, hingga jaringan, dikatakan dia, sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Meski diakuinya saat ini tidak semua SPBU tersedia EDC setiap bank, namun seiring berjalannya waktu semua akan dilengkapi. “Ketersediaan kartu (uang elektronik, red) cukup. Kami juga penyediakan jenis pembayaran non tunai lainnya, ada debit atau pembayaran berbasis QR Code,” kata Prijono.

Dia menambahkan, untuk pembelian menggunakan kartu debet dapat dilakukan di semua SPBU dengan memanfaatkan mesin-mesin EDC yang tersedia, serta kebutuhan pengisian kembali uang elektronik (top up) dapat dilakukan di bank terdekat, ATM, SPBU, maupun ritel modern yang menyediakan layanan top up.

Marketing Branch Manager PT Pertamina Kalbarteng, M Ivan Syuhada, menuturkan, Pertamina akan mendukung salah satu agenda prioritas Kata Pontianak yaitu mewujudkan Pontianak Smart City, yang beberapa waktu yang lalu telah diluncurkan Program “Pontianak Go Cashless.” Pembayaran non tunai ini, bahkan tidak hanya tersedia di SPBU di Kota Pontianak, namun juga sebagian di Kubu Raya. “Jadi dari 22 SPBU yang sudah melayani pembayaran non tunai ini, empat di antaranya berlokasi di Kubu raya,” ucap Ivan.

Ketua Hiswana Migas Pontianak, Hendra Salam, menyatakan bahwa para petugas atau operator EDC di SPBU Kota Pontianak telah dilatih oleh pihak perbankan, supaya terampil dalam menggunakan mesin tersebut. Sementara ketersediaan mesin EDC diakuinya sudah cukup memenuhi kebutuhan SPBU disetiap loket baik itu premium, pertalite, maupun jenis BBM lainnya. “Kami sudah siap dengan pemberlakuan ini, dan nanti silahkan, kalau berjalan dimonitor seperti apa impelentasinya,” tutur Hendra. (sti)

Read Previous

Orientasi Tata Laksana Gizi Buruk Bagi Puskesmas

Read Next

Optimalisasi Pengelolaan Pasar