Dewan Kalbar Prihatin, Jalan Sei Awan Kiri-Tanjungpura Kecewakan Masyarakat

GOTONG ROYONG: Warga gotong royong membuat jalan sementara di Jalan Raya Sungai Awan Kiri – Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan yang sedang dibangun, namun terendam banjir saat air sungai meluap. ISTIMEWA

PONTIANAK—Anggota DPRD Kalimantan Barat, Heronimus ikut menyoroti Proyek peningkatan struktur Jalan Sei Awan Kiri-Tanjungpura sebesar Rp14 miliar yang heboh oleh masyarakat di lapangan karena direndam banjir. Harusnya sejak awal proses perencanaan program yang didanai dari APBD Ketapang diberlakukan khusus.

”Kabarnya lahan gambut sehingga proses pembangunan tidak maksimal juga tidak bertahan lama. Kan dilihat kemarin di lokasi terendam banjir sampai masyarakat dari Desa Mayak dan Desa Tanjungpura bergotong-royong,” ungkapnya di Pontianak.

Menurut dia kabarnya masyarakat di sana bergotong royong membuat jembatan atau meting guna membantu masyarakat plintas di jalan yang masih terendam air.

”Wajar sih, masyarakat di sana kecewa terhadap proses pelaksanaan proyek pembangunan jalan tersebut. Keadaan saja yang membuat warga protes. Tetapi kami tidak bisa terlalu campur tangan. Sebab tanggungjawabnya berada di Pemkab,” ucap Heronimus.

Dia hanya berharap pelaksana alias kontraktor mengerti dan mau bertanggung jawab tehadap hasil pekerjaan di lapangan. Setidaknya jalan tersebut sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan seperti diharapkan.

”Pemkab Ketapang juga harus memberikan masukan pelaksana. Bahaya dibiarkan karena bagaimanapun program begini di awasi aparat hukum,” tutur dia.

Beberapa hari sebelumnya proyek jalan penghubung Desa Sungai Awan Kiri—Tanjungpura yang baru saja dikerjakan tidak bisa dilalui karena terendam air. Makanya puluhan masyarakat dari desa Mayak dan Desa Tanjungpura melakukan gotong royong.

Satu diantara warga Desa Mayak Kecamatan Muara Pawan Ketapang, Hidayat ketika menyebutkan bahwa gotong royong pembuatan jembatan atau meting untuk membantu masyarakat yang melintas di jalan terendam air dan sebagai bentuk kekecewaan kepada pelaksana yang mengerjakan proyek pembangunan jalan.

“Jalannya belum lama selesai dikerjakan tapi lihatlah keadaannya sekarang. Yang pasti kami sangat kecewa karena menurut kami timbunannya kurang tinggi terutama di seputaran sungai Mensubuk,” ucapnya akhir Nopember kemarin.

Read Previous

Ai Xin Bantu Dua Anak Muda Kurang Mampu

Read Next

Rumah Walet Roboh, Dua Orang Meninggal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *