Dewan Minta BRI Jelaskan Kejadian Raibnya Uang di ATM

Ilustrasi | net

PONTIANAK-Ketua DPRD Pontianak Satarudin ikut berkomentar soal kejadian raibnya uang di ATM milik beberapa nasabah Bank BRI kemarin. Menurutnya, kejadian ini, dapat membuat citra Bank BRI semakin menurun.

“Kejadian raibnya uang dulu juga pernah terjadi. Kali ini kembali terjadi. Apakah BRI tidak melakukan evalusi. Bagaimana keamanannya hingga kembali dibobol?,” tanya Satarudin, Kamis (5/12).

Akibat kejadian ini, dampaknya bisa membuat nasabah yang menabung di BRI tidak lagi merasa aman. Jika semakin banyak temuan dan laporan masuk, bukan tidak mungkin nasabahnya akan menarik uang dan memindahkan ke bank lain.

Apapun hasil investigasi pihak Bank BRI, jika si pemilik ATM tidak merasa menarik uang tersebut, hendaknya BRI bertanggung jawab atas kehilangan uang milik nasabah ini. Apabila tidak diganti maka citra Bank tersebut perlahan bisa pudar.

“Nasabah memilih menyimpan uang di bank salah satu alasannya karena keamanan. Tapi kalau simpan uang di bank tak aman lebih baik simpan di bawah bantal saja, kayak orang dulu-dulu,” tegasnya.

Melihat kasus ini, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil perwakilan Bank BRI. “Mereka akan dipanggil. Kami mau tahu penyebab bisa raibnya uang milik sebagian nasabah BRI. Apabila ada campur tangan orang dalam harusnya diproses hukum. Karena sudah jelas merugikan nasabah. Kita tak tahu nasabah lagi perlu uang, tapi akibat kejadian ini uang milik sendiri tak bisa ditarik,” tandasnya.(iza)

loading...