Dewan Sayangkan Rp1 Triliun APBD tak Terserap

Irsan S,Ag

PONTIANAK—Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sudah menyampaikan pernyataan Pelaksanaan Program serta Implementasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019 diperkirakan hanya terserap sekitar 92 persen dan jauh menurun dari tahun sebelumnya di angka 98 persen.

Dampaknya memang angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) diperkirakan terbilang tinggi mencapai sekitar Rp1 triliun lebih.

Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Barat, Irsan S,Ag mengomentari masalah SILPA diperkirakan tembus di angka Rp1 triliun lebih.

”Kami (Komisi III) memang menyayangkan serapan APBD 2019 terancam kecil dan SILPA lebih dari Rp1 triliun. Namun, harus dilihat secara utuh kenapa implementasi APBD 2019 rendah. Kami akan pelajari itu secara lebih lengkap,” ungkapnya, Minggu (29/12).

Komisi III membidangi keuangan ini tertarik dengan penjelasan Pemprov Kalimantan Barat (Kalbar) bahwa ada proyek-proyek terpaksa harus ditunda pengerjaannya tahun 2019 untuk tahun 2020. Daripada dikerjakan tidak berkualitas dan sesuai harapan masyarakat.

”Kami dukung langkah demikian seandainya menjaga kualitas pekerjaan dibandingkan rentan menjadi temuan. Lebih baik telat daripada dampaknya berproses hukum,” tukasnya.

Menurut Irsan, memang kendala cuaca dan hujan lebat banyak membuat pihak pelaksana dan dinas kelabakan. Mungkin ini menjadi salah satu alasan Pemprov Kalbar banyaknya proyek besar dialihkan ke tahun 2020.

Pun demikian, dia meminta proses pelelangan sebaiknya dilakukan di awal. ”Jangan akhir. Pun kepada OPD diusulkan tidak membuat pekerjaan di akhir tahun. Bisa tergesa-gesa dan berdampak,” katanya lagi.

Meskipun Komisi III mendukung langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kedepan SILPA mencapai Rp1 triliun lebih tidak boleh terjadi. Tahun 2020 diharapkan bahwa serapan anggaran bisa lebih dari 99 persen atau total 100 persen. Sebab dampak SILPA juga kepada masyarakat di Kalimantan Barat. ”Banyak dampaknya. Bisa ekonomi, sosial budaya hingga hal lain. APBD itu diserap tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat Kalbar,” katanya.
(den)

error: Content is protected !!