Di Air Tarap Ada Satu Pria Nikahi Dua Wanita Sekaligus

PERNIKAHAN UNIK: Akad nikah dengan mempelai pria didampingi dua calon istri sempat menghebohkan masyakarat Ketapang belakangan ini. ISTIMEWA

Undang-Undang Melarang, Agama tak Mempersoalkan

Beberapa hari belakangan, pengguna media sosial di Ketapang dihebohkan dengan pernikahan unik yang terjadi di Kendawangan. Seorang pria menikahi dua orang wanita sekaligus. Alasannya cukup unik, di mana sang pengantin pria memilih menikahi keduanya hanya karena tidak ingin menyakiti salah satu dari kedua pacarnya tersebut.

KABAR pernikahan satu pria dengan dua wanita tersebut dibenarkan oleh Camat Kendawangan, Rahmad Rohendi. Dia membenarkan jika pernikahan tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Kendawangan, tepatnya di Desa Air Tarap.

“Kejadiannya di Desa Air Tarap, Kecamatan Kendawangan. Mempelai pria bernama Basir dengan dua wanita yang dinikahi tersebut bernama Linda dan Sekiman,” katanya, kemarin (19/8).

Pihaknya telah mengonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Air Tarap. Dia pun mengatakan, pernikahan tersebut menurut undang-undang tidak dibenarkan, meski di dalam agama diperbolehkan. “Kami menyesalkan penghulu setempat melakukan prosesi ijab kabul tanpa pemberitahuan melalui KUA Kendawangan sebagai layaknya pernikahan yang sah dan resmi diakui negara,” ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telfon, Kepala KUA Kecamatan Kendawangan, Muhammad Rozi, mengaku, awalnya tidak mengetahui hal tersebut. Pihaknya mengetahui ada satu pria menikahi dua wanita sekaligus setelah heboh di media sosial. Pernikahan tersebut juga dilakukan tanpa sepengetahuan mereka selaku pihak KUA Kendawangan.

“Perkawinan antara seorang mempelai laki-laki dengan dua orang perempuan apalagi di bawah tangan atau tidak melalui prosedur yang berlaku dinilai ilegal dan tidak diakui secara hukum. Kasus ini kali yang pertama saya jumpai semenjak saya menjabat Kepala KUA Kecamatan Kendawangan selama enam bulan ini,” paparnya.

Diduga, prosesi pernikahan tersebut berlangsung beberapa waktu lalu. Akad nikah yang dilakukan juga tidak secara tertulis di KUA atau nikah secara agama saja, karena menurut undang-undang menikah dengan dua wanita sekaligus tidak dibenarkan meski pernikahan tersebut dilakukan suka sama suka. (afi)

Read Previous

194 Ha Lahan Pelang Hangus

Read Next

Satgas Pamtas 301 Laksanakan Pengobatan Keliling

Tinggalkan Balasan

Most Popular