Di Tengah Pandemi Harga Jual Batu Kecubung Justru Stabil

BATU: Batu-batuan permata harga jualnya justru stabil. Meskipun di tengah pandemi Covid-19. MIRZA/PONTIANAKPOST

Pesona Warna Warni Batuan Alam Tak Lekang Waktu

Kecintaan orang dengan kilau batu cincin tak lekang oleh waktu. Meski tak se-booming beberapa tahun lalu. Nyatanya, peminat kilauan batu alam ini tetap terjaga. Untuk harganya tak goyang. Orang-orang dari luar Kalbar, masih banyak memburu batu alam yang terpusat di kawasan Parit Besar, Jalan Indragiri Timur

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

ENDANG, pemilik toko batu cincin di kawasan Parit Besar, Jalan Indragiri Timur, Rabu pagi tengah sibuk menggosok batu cincin dagangannya. Batu indah bermacam warna itu dilap agar tampak kinclong. Setelah satu persatu batuan indah itu mengkilat. Ia kembali meletakkan ke meja etalase. Kilauan batu-batu yang tersusun di etalase menjadi magnet untuk mendatangkan pembeli ke toko. Tentu batu-batu alam yang indah itu dibeli oleh para pengunjung.

Pemilik Toko Een Doank Jewerly itu, tidak hanya menjual batuan alam. Ia juga menerima pemasangan batu cincin, gosok batu cincin dan seluk beluk tentang batuan alam. Batu permata dari luar negeri seperti jenis blue topaz, zamrud kolombia sampai rubi juga berjejer di etalasenya.

“Trend penjualan batu cincin ini relatif stabil. Tidak naik ataupun turun. Setiap hari tetap ada pembeli. Di toko saya, rerata enam sampai tujuh orang pembeli masuk setiap hari. Pembelinya bermacam. Selain dari dalam kota, ada juga dari luar negeri. Pembeli dari Malaysia dan Brunei belum lama ini juga belanja ke sini,” terang Endang, kepada Pontianak Post.

Bahkan ketika kondisi negara dihantam covid, penjualannya tetap stabil. Hanya sempat stagnan. Utamanya saat pemerintah memberlakukan PSBB beberapa bulan lalu. Mau tak mau toko tutup tak ada aktivitas jual beli batu.

Endang melanjutkan, meski musim batu cincin tidak se-booming beberapa tahun lalu. Namun, kata dia, penggemar batu cincin ini tak lantas mati. Redup pun tidak. Apalagi harga. Relatif stabil. Tapi diakui Endang, penjualan batu cincin meningkat hingga 95 persen, saat musim batu cincin beberapa tahun lalu.

Meski penjualan batu sekarang tak meningkat seperti zaman booming batu. Ia tak khawatir. Penjualan batu cincin tetap stabil. Harganya juga tak anjlok. Seperti jenis batu kecubung, bacan dan permata, sampai sekarang masih diminati.

Ditanya soal harga, ia jual mulai dari satu juta hingga tiga juta ke atas. Tergantung besaran dan keindahan batu itu. Apalagi, kata dia, untuk jenis kecubung ungu, sekarang sangat susah didapat. Seperti Kecubung Ketapang, sudah mulai sulit didapat penambang. Konsesi sawit membuat para penambang batu alam kesulitan. Jika demikian, akan membuat batu kecubung langka. Bila langka, perkiraan harga kecubung ungu bisa makin meninggi.

Melihat penjualan batu alam stabil. Ia belum berniat banting setir. Karena batu cincin. Malahan ia berani meninggalkan pekerjaan lama yang beberapa tahun digeluti. Menurutnya, keuntungan menjual batu alam dengan kerja di kantoran, lebih besar di sini.

“Saya juga percaya jika menggeluti bidang dengan tekun pasti akan menghasilkan. Seperti pancaran kilauan batu alam ini. Pesona keindahannya tak lekang waktu,” tandasnya.(*)

 

 

loading...