Dialog Kerukunan Upaya Menangkal Ancaman Intoleransi

Dialog Kerukunan antar tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan insan media di Kota Singkawang, Rabu (12/8) di Rumah Melayu Balai serumpun Jalan Alianyang, Singkawang.

SINGKAWANG–Kantor kementerian Agama Kota Singkawang menggelar dialog kerukunan antara tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan insan media di Rumah Melayu Balai serumpun Jalan Alianyang, Singkawang, Rabu (12/8).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Mhd Natsir mengatakan dialog kerukunan ini merupakan program rutin Kemenag Kota Singkawang bersama Forum Kerukunan Umat Umat Beragama (FKUB) Singkawang.

Dialog kerukunan ini merupakan upaya sekaligus strategi dalam merawat toleransi di kota Singkawang. Dengan dialog maka seluruh elemen masyarakat dapat menyampaikan informasi, saran dan masukan dalam rangka merawat toleransi. “Dialog kerukunan ini merupakan upaya kita bersama merawat toleransi dengan memperkokoh kerukunan antar umat beragama, antar warga dan seluruh elemen masyarakat, ” katanya.

Sehingga dengan dialog ini diharapkan dapat memupuk dan meningkatkan silaturahmi dan antisipasi dini terhadap potensi yang mengancam toleransi di kota Singkawang.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Singkawang Baharudin mengatakan dialog kerukunan ini upaya menangkal isu isu yang menyebar di kalangan khususnya di media sosial terkait isu SARA dan ujaran kebencian yang dapat menimbulkan friksi friksi konflik horizontal.

Makanya Pemkot Singkawang, Kemenag Singkawang, FKUB, Polres Singkawang, dan instansi pemerintah lainya bersama elemen agama, etnis, adat di Singkawang duduk bersama mencari solusi, berkomunikasi agar meminimalisir konflik horizontal di masyarakat.

Selain itu, kata Baharudin, dialog ini akan menelurkan rekomendasi yang akan dideklarasikan seluruh elemen masyarakat.

Pertama terkait komitmen bersama untuk senantiasa menjaga, memelihara dan merawat kerukunan dan menjaga toleransi di Kota Singkawang. Kedua, berkomitmen menerapkan protokoler kesehehatan di era adaptasi kebiasaan baru dalam pandemik Covid-19. Ketiga, komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban di kota Singkawang.

Sementara itu, Wakapolres Singkawang Kuntadi Budi Pranoto menyambut baik dialog kerukunan ini. Ia mengatakan Polri sangat berkepentingan bersama elemen masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di kota Singkawang ini.

“Indonesia itu beragam, Singkawang ini beragam. Itulah negara kita tercinta. Makanya harus kita jaga,” ungkapnya.

Keberagaman yang ada mestinya menjadi aset dan modal bagi pembangunan. Salah satu upayanya agar mengelola keberagaman haruslah dengan rasa persatuan kesatuan, toleransi dan menjaga kerukunan.

“Kita yakin dengan persatuan dan kesatuan maka kita siap menghadapi ancaman apapun yang dapat memencah belah masyarakat,” katanya.

Makanya ia mengharapkan kerjasama seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menangkal isu isu SARA, isu negatif khususnya di media sosial.

Polri dalam hal ini Polres Singkawang terkait Medsos, pihaknya setiap hari melakukan patroli Cyber.

“Mari kita bijak menggunakan Medsos. Mari rawat toleransi demi mendukung pembangunan,” ajaknya. (har)

error: Content is protected !!