Dialog Terbuka Bupati dan Pelajar Cegah Radikalisme

PANCASILA: Usai upacara, dialog mengenai Pancasila digulirkan. Pentingnya Pancasila buat keutuhan NKRI. SUGENG/PONTIANAKPOST

Diskusi di Bawah Tiang Bendera Usai Upacara

Betapa pentingnya Pancasila bagi NKRI. Tanpa Pancasila, Indonesia dapat saja bubar. Para pelajar yang merupakan generasi muda agar bisa mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Jangan mau ikut-ikutan kelompok yang mencoba menggantikan Pancasila.

Sugeng, SANGGAU

ADA yang berbeda usai upacara Hari Kesaktian Pancasila di kota Sanggau, kali ini. Usai upacara, Bupati Sanggau, Paolus Hadi didampingi Kapolres Sanggau dan Dandim 1204 Sanggau menggelar dialog terbuka. Bersama puluhan pelajar di Kota Sanggau, Selasa (1/10) pagi. Bahkan, dialog digelar dengan sangat sederhana. Di bawah tiang bendera, mereka duduk melingkar, dan menggelar diskusi.

Dihadapan para siswa, Bupati menyampaikan betapa pentingnya Pancasila bagi NKRI. Tanpa Pancasila, Indonesia dapat saja bubar. Dirinya berpesan kepada para pelajar yang merupakan generasi muda untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. “Jangan lupakan sejarah. Hari ini kita memperingati hari kesakian pancasila, jangan pernah kalian lupakan, karena diperjuangkan mati-matian. Negara kita ada karena Pancasila, tapi kalau idiologinya berubah negara kita bubar, itulah hebatnya ideologi Pancasila, dan saya minta kalian harus jaga betul-betul pancasila ini, jangan mau ikut-ikutan dengan sekelompok orang yang mencoba mengganti pancasila, sudah nyaman kita tinggal di indonesia ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi ditemui usai berdialog bersama para pelajar menyampaikan bahwa pihaknya bersama Bupati, Dandim dan Forkompinda lainnya beserta pimpinan instansi vertikal sengaja mengumpulkan para pelajar.

“Kami ajak para pelajar kita untuk berdialog, bagaimana mereka mengenal sejarah, bagaimana indonesia ini ada, bagaimana pancasila ini lahir,” katanya.

Dia menegaskan bahwa tidak ingin semakin banyak rongrongan yang mencoba merubah ideologi NKRI, termasuk juga memecah belah kesatuan dan persatuan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Kami tadi mencoba berdialog dengan para pelajar untuk membentengi mereka. Kami melihat mereka ini aset bangsa kedepan, kita tidak ingin pelajar di kota ini terkontaminasi,” tegasnya. (*)

Read Previous

Atbah Bangun Koalisi, Setelah PKB, Kini ke PAN

Read Next

34 Warga Diumrahkan OSO

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *