Dibangun Melalui Dana Desa dan Berbagai Sumbangan

RUMAH BETANG: Bupati Sintang meresmikan rumah betang Ketemenggungan Wilayah VIII Sepauk di Desa Tawang Sari Kecamatan Sepauk, kemarin. FIRDAUS D/PONTIANAK POST

SINTANG-Rumah betang Ketemenggungan Wilayah VIII Sepauk di Desa Tawang Sari Kecamatan Sepauk diresmikan Bupati Sintang, Jarot Winarno. Rumah betang yang diberi nama Betang Petinggi Kudo, merupakan milik masyarakat enam desa di Kecamatan Sepauk yang didiami mayoritas sub suku Dayak Sekujam dan Seberuang.

Peresmian ditandai dengan pembukaan plang nama betang, penandatangan prasasti dan pembukaan kain penutup tempayan tuak pamali oleh Bupati Sintang.

Bupati Sintang dihadapan ratusan masyarakat yang memadati Betang Petinggi Kudo menyampaikan bahwa syarat kita  untuk membangun masa depan  anak-anak kita adalah dengan keharusan menjaga lingkungan dan hutan kita.

“Kita ada Peraturan Bupati (Pilbup) Sintang tentang tata cara membakar misalnya pembakaran ladang hanya boleh dilakukan setelah musim kemarau, hanya boleh membakar ladang dua hektar satu KK, sebelum membakar lading harus melapor ke Polsek, Danramil dan pengurus desa. Serta hanya untuk menanam padi, bukan menanam sawit atau komoditas lainnya. Kemudian infrastruktur harus dibangun seperti jalan, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan sarana pendidikan,” jelas Bupati Sintang.

Menurut Jarot, kepada masyarakat Desa Tawang Sari, ia meminta untuk membuat embung untuk stok air seperti saat musim kemarau ini dan untuk mengendalikan  kebakaran  serta digunakan  untuk pariwisata. Dalam membangun embung ini bisa menggunakan alokasi dana desa.

“Soal betang ini, saya berharap digunakan sebaik-baiknya. Betang ini bisa  menjadi tempat berkumpul masyarakat kita. Karena betang sudah ada, kedepannya bisa tambah fasilitas lain menuju desa Tawang Sari sebagai desa wisata. Kami juga akan memperbaiki titik kritis jalan dari Simpang Manis Raya menuju Sekujam Timbai,” terang Bupati Sintang.

Fortunatus Neko Ketua Panitia Peresmian Betang menyampaikan untuk memeriahkan peresmian Betang Petinggi Kudo Desa Tawang Sari pihaknya menyelenggarakan lomba menumbuk padi, enggrang, menghias gapura, pangkak gasing, stand, dan kuliner.

“Betang ini nanti untuk tempat kegiatan adat dan pertemuan masyarakat secara umum,” papar Fortunatus Neko.

Sementara itu, Tumenggung Wilayah VIII Sepauk, Nikodemus Bujin menjelaskan  sangat ingin mengangkat budaya dan adat sub suku Dayak Sekujam dengan membangun betang.

“Kami mulai membangun sejak tahun 2014 hingga 2019 dengan menggunakan dana alokasi dana desa dengan total Rp299 juta dan ditambah dengan sumbangan banyak pihak yang bila diuangkan akan sangat banyak.  Ada 6 desa akan menggunakan betang ini. Kami berharap Desa Tawang Sari juga bisa menjadi desa wisata,” ungkap Nikodemua Bujin.

Tak hanya itum Camat Sepauk, Cinghan juga turut menyampaikan rasa bangga atas perjuangan masyarakat adat Dayak di wilayah Ketumenggungan Wilayah VIII dalam membangun betang panjang ini.
“Saya berharap kebersamaan suku di desa ini semakin baik. Karena di desa ini ada suku Dayak dan Jawa. Keharmonisan itu harus dijaga,” pesan Cinghan. (fds)

Read Previous

Perjelas Batas Wilayah Taman Nasional

Read Next

Perdana, Pisang Pontianak Masuk Pasar Ekspor

Tinggalkan Balasan

Most Popular