Nasib Pedagang Kecil Seusai Ketatnya PPKM
Dibantu Pemerintah, Optimis Jualan Laris Manis

Banyak pelaku UMKM dibantu pemerintah sejak Covid-19 mendera. (IST)

Sejak Maret 2020, Pandemi Covid-19 yang menjalar selama satu tahun lebih membuat hampir semua lini usaha berantakan. Dari usaha skala besar sampai skala kecil ikut merugi dalam jumlah tidak terbatas. Sekarang di masa PPKM melunak, pelan-pelan dan pasti bakalan bangkit belakangan?
Deny Hamdani, Kubu Raya

Pedagang makanan kecil di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu warga yang mendapatkan bantuan langsung tunai pandemi Covid-19 dari pemerintah. Diah misalnya bercerita, saat pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, pendapatannya menurun. Kios dagangan miliknya terpaksa tutup dan mengharuskannya untuk kembali berjualan di rumah.

Jika sebelumnya dia bisa mendapatkan Rp300-800 ribu kotor per hari, sekarang hanya mendapatkan sekitar Rp100.000-200.000 per hari. Agar usahanya tetap bertahan pada situasi seperti ini, perempuan 45 tahun ini mengurangi porsi jualan.

“Digilir walaupun pusing, yang penting dicukupin aja. Dulu kalo ke pasar beli bahan makanan banyak. Sekarang secukupnya saja. Takut tidak abis. Peminat di rumah juga tidak sebanyak di kios,” katanya beberapa waktu lalu.

Ketika pendapatannya menurun, Diah harus mengurangi beberapa kebutuhan dalam kehidupan seharinya. “Dulu sebelum Covid-19 mendera, cukup enak mencari duit. Kalau sekarang mah dapet cukup buat makan mah Alhamdulilah. Jadi pengeluaran per bulan harus dipas-pasin. Kalau gak dipas-pasin akan bobol terus,” sambungnya

Selama pandemi, Diah memang sebelumnya belum mendapatkan bantuan usaha dari pemerintah daerah dari pemerintah pusat. Ketika program bantuan langsung tunai UMKM tersebut dikeluarkan, banyak warga berbondong untuk mendaftarkan usaha kecil mereka.

“Makanya pas dengar ada bantuan program UMKM, saya langsung coba mengajukan, itukan gak sembarangan daftar. Harus ada surat izin usahanya dulu, banyak juga sih yang daftar UMKM ini, modelnya untuk tambahan modal usaha. Alhamdulilah dapat. Sedih juga sih kalau gak dapet bantuannya,” ujarnya.

Program bantuan UMKM tidak hanya memberikan bantuan berupa uang tunai, tetapi juga pelatihan bagi para pelaku usaha yang serius menjalankan usahanya. Hal tersebut dapat menolong pelaku usaha kecil untuk terampil dalam memilih dan mengelola usaha ditengah pandemi Covid-19. “Cukup membantu ekonomi keluarga, tapi gak selamanya pemerintah juga membantu kita. Kita juga harus berusaha. Kalo kita benar-benar dagang, ada pelatihannya,” ucapnya.

Dengan adanya program bantuan langsung tunai UMKM tersebut, memberikan semangat dan meningkatkan produktivitas kepada pelaku usaha dalam mengolah dan memilah usaha di tengah pandemi ini. Selama pandemi, memang pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Upaya tersebut dimulai dari bantuan langsung tunai hingga bantuan berupa kartu prakerja.
Pemerintah Indonesia menyalurkan bantuan modal kerja untuk pelaku usaha mikro kecil dengan tujuan untuk menyelamatkan mereka dari ancaman gulung tikar di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, pemerintah menyalurkan bantuan untuk keluarga yang masuk golongan terbawah secara ekonomi. Bantuan UMKM inilah yang membuat masyarakat berlomba-lomba berkreasi dalam membuka usaha di masa pandemi. Para pelaku UMKM mendapatkan bantuan dengan nominal jutaan rupiah untuk setiap penerima. Program UMKM ini diberikan agar pelaku usaha kecil dapat memanfaatkan bantuan tersebut seefektif mungkin, guna menjalankan usaha mereka.

Akan tetapi, tidak semua orang mendapatkan program bantuan tersebut. Oleh sebab itu, agar program bantuan tepat dan efesien, pemerintah telah membuat beberapa skala prioritas serta menentukan jenis usaha apa yang diperbolehkan dalam menerima bantuan.**

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!