Diburupun, Masker Kain Tetap Langka

PONTIANAK—Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia wajib memakai masker guna mencegah penyebaran virus Corona alias Covid-19. Pemakaian masker diwajibkan ketika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah. Hal tersebut sesuai rekomendasi WHO, dengan tagline “Masker Untuk Semua”.

Pemerintah tidak mengharuskan masyarakat memakai masker bedah atau N-95. Masyarakat hanya diminta menggunakan masker kain karena dapat digunakan berulang kali dengan metode dicuci kembali. Sementara masker bedah atau N-95 diperuntukan kepada petugas medis saja.

Nah bagaimana di Kalimantan Barat ? Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur sudah menjawab bahwa himbauan pemakaian wajib masker hendaknya diikuti semua komponen masyarakat.

”Awalnya pemerintah menganjurkan masker bagi yang sakit. Nah. Sekarang dihimbau memakai masker,” katanya, Senin (6/4) di ruang kerjanya.

DPRD Kalbar selaku bagian pemerintah di Kalbar meminta masyarakat mengikuti arahan pempus. Tentunya himbauan ini memang direkomendasikan sekali tim dokter, pakar kesehatan dunia juga pemerintah RI.

”Ini terbaik mencegah penularan virus corona,” ungkapnya.

Untuk sekarang karena virus corona, tidak bisa lagi dibedakan mana sakit dan tidak. Langkah pertama jelas memakai masker.(den)

Di Kalimantan Barat sendiri mau tidak mau harus diakui masker sudah langka sejak beberapa pekan belakangan. Masker menjadi barang langka ditemukan di apotik, mini market maupun toko yang menjualnya. ”Ibarat kata masker seperti emas di masa sekarang. Membelinya sangat susah. Kalaupun ada paling hanya membeli 1 atau 2 maksimalnya,” terang dia.
Masker yang biasanya beredar juga memiliki ketahanan

error: Content is protected !!