Diet Tanpa Konsumsi Sayur, Amankah?

Tubuh ideal jadi dambaan setiap orang. Bahkan, sampai rela menjalani berbagai program diet untuk mendapatkannya. Salah satunya mengikuti diet publik figur yang menurunkan berat badan tanpa konsumsi sayur. Padahal, sayur dianggap sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Beberapa waktu lalu jagad media sosial sempat dihebohkan dengan salah satu program diet yang dijalani oleh seorang publik figur. Salah satu poin menarik perhatian adalah dia menyarankan agar tak mengonsumsi sayur terlalu banyak saat menjalankan program diet. Disebutkan oleh publik figur tersebut sayur sedikit menghambat penurunan berat badan. Meski tak menampik ada juga yang berhasil menurunkan berat badannya dengan mengonsumsi sayur.

Namun, pernyataan ini dibantah oleh banyak tenaga kesehatan. “Kandungan serat dalam sayur sangat baik bagi tubuh. Pada dasarnya semua sayur sehat,” ujar tenaga gizi Puskesmas Tambelan Sampit, Linda, A.MD.Gizi.

Linda / Tenaga Gizi Puskesmas Tambelan Sampit

Dia menjelaskan sayur mengandung serat, vitamin, dan mineral sangat baik bagi tubuh. Konsumsi sayur-sayuran juga memiliki banyak manfaat sekaligus berperan melindungi tubuh dari penyakit.

Misalnya, selulosa yang merupakan bagian utama dari dinding sel tumbuh-tumbuhan atau sayur yang fungsinya adalah memberi bentuk pada feses dan membantu gerakan peristaltik usus. Kondisi itu pada akhirnya dapat membantu seseorang buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit atau konstipasi. Sehingga, tak benar kalau selulosa itu menghambat metabolisme.

Sayur juga mengandung serat dimana salah satu fungsinya  memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Sehingga, dengan adanya serat ini mencegah untuk ngemil dan memasukkan kalori ditubuh.

Lama kelamaan bisa membantu menurunkan berat badan. Selain itu, kebanyakan sayur juga mengandung kalori yang rendah atau sangat rendah, sangat baik untuk orang yang sedang diet.

Linda menuturkan untuk kebutuhan sayur bisa merujuk ‘piring makanku’, dimana setengah piring isinya adalah buah dan sayur (sepertiga adalah buah dan tiga perempat adalah sayur).

Cara lain menentukan kebutuhan sayur adalah adalah menggunakan gelas, yakni sekitar satu gelas belimbing perkali makan atau bisa menggunakan kedua tangan yang disatukan seperti posisi berdoa.

“Maka kurang lebih segitulah kebutuhan sayur kita perkali makan,” tuturnya.

Ada dua jenis sayur yang bisa dimakan mentah karena kaya antioksidan seperti selada, kol, timun dan lainnya. Serta, ada juga sayuran yang harus dimasak seperti bayam, pokcoy, daun singkong, daun papaya, dan lainnya.

Jenis sayuran tersebut mengandung fitat atau antinutrien yang tinggi. Dengan proses pemasakan, maka kandungan fitat di dalamnya akan hilang.

Ada juga sayuran seperti tomat kandungan likopennya akan keluar, jika direbus atau dikukus sebentar. Jadi, tetap mendapatkan zat gizi lebih banyak dengan proses pemasakan. Perlu juga diperhatikan proses pencucian sayur. Sayur bisa dicuci dengan garam untuk mengurangi kandungan pestisida yang terdapat didalamnya.

“Tak bisa dipungkiri, sebagian besar sayur-sayur yang dijual di pasar mengandung pestisida,” kata Linda.

Linda menjelaskan cara tepat yang dapat dilakukan agar kandungan vitaminnya tak banyak terbuang saat dimasak adalah mencuci sayur terlebih dulu, baru dipotong.

“Masak lah sayur dalam waktu yang singkat, dimana warna dan kesegaran sayur masih dapat dilihat dan dirasakan. Artinya, jangan sampai lodor atau terlalu matang,” sambungnya.

Selain itu, yang perlu diperhatikan pada saat memasak adalah menghindari penggunaan banyak air. Hal ini dapat menyebabkan vitamin yang larut dalam air akan larut di kuah sayur tersebut.

Bagaimana dengan mengonsumsi salad? Apakah baik dikonsumsi saat menjalankan program diet? Linda mengungkapkan salad adalah makanan ringan lezat, terbuat dari sayur atau buah segar.

Salad menjadi makanan penyeimbang gizi agar lebih sehat. Salad dihidangkan menggunakan saus mayonaise, madu, yoghurt, perasan jeruk, keju dan lain sebagainya.

“Apabila ditambah campuran olahan ayam, daging, hingga ikan, sebaiknya semua bahan ini harus dimasak terelebih dulu,” ungkap Linda.

Salad memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Salad juga bisa dijadikan menu andalan diet, sebab salad kaya akan kandungan mineral dan vitamin sesuai dengan jenis sayur dan buahnya.

Beragam buah dan sayur mengandung kalori rendah dan kaya akan serat, sehingga sangat baik untuk menunjang program diet. Sebab dua menu ini akan membantu sistem metabolisme pada pencernaan.

“Dan jangan lupa hindari yang mengandung bahan pengawet. Supaya tak mengganggu nutrisi diet Anda,” pesannya. **

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!