Dihantam Corona, Pabrik Karet Tutup dan Harga Anjlok

PONTIANAK – Wabah Covid-19 membuat sektor perkebunan karet di Kalimantan Barat lemah tak berdaya. Harga karet di tingkat petani kini hanya tinggal Rp3.000 saja. Sementara pada industri, beberapa pabrik di Indonesia dilaporkan setop beroperasi.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Kalbar Jusdar Sutan menyebut harga karet dunia sedang parah-parahnya. Hal ini lantaran pandemi yang melanda seluruh dunia. Ditambah tingkat penyebaran dan kematian yang tinggi ada pada negara-negara industri sebagai konsumen karet Indonesia.

“Ini memang menyedihkan. Permintaan atas karet turun jauh. Harga karet dunia kira-kira satu dolar per kilogram.Karena negara-negara industri banyak yang lockdown, dan pabrik-pabrik otomotif, ban dan lainnya juga tutup. Sehingga harganya anjlok. Ini tidak hanya di karet saja, tetapi juga perdagangan komoditas lainnya,” ujarnya kepada Pontianak Post, Senin (6/4).

Dia berharap, wabah virus Corona ini bisa segera berakhir, sehingga ekonomi dunia hingga tingkat lokal bisa hidup kembali. Menurutnya, kelangsungan perkebunan karet saat ini benar-benar sangat tergantung dari berhentinya pandemi. Terutama di dalam negeri dan negara-negara yang menjadi pasar karet Indonesia. “Ini tahun terburuk dari tahun-tahun sebelumnya,” imbuh dia.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Kalbar Heronimus Hero. Menurutnya situasi saat ini sangat menyulitkan. Apabila pasar internasional menurun atau anjlok harganya, pemerintah bisa mengeluarkan stimulus agar pasar domestik bergairah. Namun kini, Indonesia juga terpukul dengan pandemi Covid-19.

Praktis yang bisa dilakukan pihaknya adalah mencoba memutus mata rantai penjualan karet dari petani ke pabrik. Selain tentu meningkatkan kualitas karet petani.(ars)

loading...