Dikepung Asap SKPD Diminta Siaga

MASIH ASAP: Kabut asap akibat kebakaran hutan-lahan masih menyelimuti wilayah Kabupaten Sambas. Menyikapi hal tersebut Bupati Sambas sudah mengeluarkan surat edaran meliburkan aktivitas belajar mengajar di tingkat PAUD hingga SMP.OZY/Pontianak Post

SAMBAS – Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH meminta jajaran SKPD (satuan kerja perangkat daerah) bisa bertindak sesuai dengan tugasnya masing-masing. Terutama sekali dalam hal penanganan kesehatan, Dinas Kesehatan harus sudah siap mengantisipasi segala kemungkinan. “Yang jelas Dinas Kesehatan tetap waspada, untuk mengantisipasi tingkat asap meningkat, baik memberikan edukasi terhadap masyarakat, agar tak terlalu banyak beraktivitas di luar, perbanyak pembagian masker,” kata Bupati.

Kemudian kepada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) juga diminta proaktif memadamkan karhulta bersama instansi terkait. “OPD mesti siap, bahkan akan kami turunkan jika memang diperlukan, seperti yang pernah kami lakukan,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sambas berharap tak sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Dirinya juga berharap hujan bisa segera turun.

Sementara itu Tim Manggala Agni Pondok Kerja Sambas bersama Polsek Selakau Timur dan TNI, Jumat (13/9) masih melakukan pemadaman Kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Selakau Timur. Redy Takiyuna A Md, Wadan Pondok Kerja Sambas Manggala Agni Daops Singkawang mengutarakan pemadaman kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Selakau Timur, yakni di Dusun Selobat Desa Buduk Sempadang, sudah dilakukan sejak Rabu (11/9). “Kamis turun lagi dan di Jumat juga harus turun,” kata Redy, Jumat (13/9).

Diceritakannya, dalam melakukan pemadaman diwilayah ini. Tim harus menerjang dan masuk di kepulan asap yang sangat pekat. Pihaknya harus ekstra, terlebih saat kejadian angin bertiup cukup kencang sehingga khawatir kebakaran meluas. “Asap yang sangat pekat dan tebal, tim harus menembusnya agar api tdak meluas di hutan bahkan takutnya menyebar di banyak titik, angin yang lumayan kuat mempersulit tim untuk melakukan. Bahkan banyak pohon yang sudah miring termakan api, jadi kami khawatir juga takut tumbang. Tetapi tim tetap berusaha semampunya untuk memutuskan penjalaran api,” katanya.

Sementara itu, pantauan Koran ini pada Jumat (13/9) asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti sejumlah wilayah di Sambas. Bahkan, kondisinya lebih pekat dibandingkan sehari sebelumnya.  Atas kondisi ini, sejumlah sekolah terutama mulai dari TK hingga SMP, sejak Jumat diliburkan. Hal ini setelah adanya Surat Edaran Bupati Sambas. Surat Edaran tertanggal 12 September 2019 menyebutkan memperhatikan kondisi udara akibat dari pencemaran kabut asap yang dialami sebagian besar masyarakat di Kabupaten Sambas dan berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas udara yang dilakukan Dinas Perkim LH Kabupaten Sambas terhadap kualitas udara partikulat PM2,5 dan PM10 didapat kesimpulan data adanya kecenderungan peningkatan parameter partikulat (debu) di udara dengan kategori Tidak Sehat sehingga berbahaya bagi kesehatan.

Sehubungan dengan hal itu, maka Pemkab Sambas mulai 13-14 September 2019 meliburkan kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan jenjang TK/RA, SM/MI, SMP/MTs di Kabupaten Sambas yang terkena dampak dari kabut asap tersebut dan masuk kembali pada 16 September 2019. Dengan diliburkannya satuan pendidikan, diharapkan kepada satuan pendidikan menyampaikan kepada orang tua dan masyarakat agar belajar mandiri di rumah serta mengurangi aktivitas diluar rumah yang dikhawatirkan akan mengganggu dan membahayakan kesehatan fisiknya. Kemudian bagi satuan pendidikan di kecamatan yang kondisi udaranya dianggap baik, agar tetap melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar seperti biasa. (fah)

Read Previous

Firli Bantah Ada Komproni

Read Next

Jokowi Setuju Tiga Poin Revisi

Tinggalkan Balasan

Most Popular