Dilempar Penghapus Kening Terluka, Guru Diprotes

DIPERIKSA: Orangtua dan korban aksi pelemparan penghapus oleh oknum guru usai pemeriksaan di RS Abdul Aziz Singkawang, Rabu (11/9) kemarin.

SINGKAWANG—Aksi lempar penghapus oleh oknum guru hingga melukai siswa terjadi di SDN 45 Singkawang Selatan sehingga menuai protes orangtua siswa. Maksud hati sang guru ingin menegur siswa yang “bermain” namun penghapus mengenai kening siswa lainya.

Orangtua siswa, Chin Jun Fung (29), yang anaknya jadi korban lemparan penghapus merasa kecewa atas kejadian ini. Ia meminta agar hal ini jangan dilakukan oleh guru jika ingin menegur siswa.

“Aku kecewa, pakai lempar lempar sembarangan. Saya sudah ke sekolah, saya bilang ke guru tersebut lain kali lempar kayak gini, jika anak anda dilempar kayak gini mau apa tidak. Saya bilang begitu, namun gurunya jawab tidak berani lagi melakukan perbuatan (aksi lempar penghapus). Lalu guru itu minta maaf,” ungkap Afung sapan akrabnya yang juga Ketua RT 15 Kelurahan Sedau ini.

Sebelumnya, ia mendapat kabar anaknya YY (8) yang masih duduk di kelas 2 tersebut terluka dari istrinya via telpon. Kabar yang didapat bahwa kening anaknya luka akibat lembaran penghapus oleh guru yang mengajar waktu itu. Kemungkinan kejadian sekitar pukul 09.30 saat berlangsungnya kegiatan belajar Bahasa Inggris.

“Waktu pulang sekolah pukul 10.00 wib, anak saya dijemput istri saya, dan keningnya sudah terluka, berdarah,” katanya. Tak ingin terjadi apa apa, ia pun pergi ke rumah sakit Abdul Aziz Singkawang untuk memeriksakan anaknya pada sore hari Rabu (11/9) usai kejadian.

“Kata dokter tidak apa apa cukup makan obat saja,” katanya.

Kabar yang ia dapat dari sang anak saat itu lagi pelajaran bahasa Inggris, dimana anak anak yang bermain saat pelajaran di kelas tersebut. “Anak saya inikan tidak bermain-main. Waktu itu habis mengerjakan soal lalu mau dikumpulkan ke guru. Nah saat itulah guru ini melemparkan penghapus tapi kena anak saya,” jelasnya.

Masih di sekitar ruang IGD, tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang beserta Kepala Sekolah SDN 45 Singkawang pun datang. Tim ini menemui korban pelemparan penghapus dan orangtua korban.
Menurut Kepala Sekolah SDN 45 Singkawang, Daniel, mengatakan tidak mengetahui kejadian ini. Karena dirinya saat itu berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Saya tidak mengetahui hal ini. Hanya baru dapat kabar dari guru kelas I,” katanya.

Intinya, nanti pihak sekolah akan mempertemukan antara guru, orangtua terkait masalah ini. “Kalau memang gurunya bersalah tentu kita minta maaf. Jadi nantinya ini harus hati-hati jika melakukan pembinaan ke siswa janganlah pakai kekerasan. Mungkin tidak sengaja tapi kena orang lainkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan Disdikbud Kota Singkawang, Abdul Hadi mengatakan informasi yang diterima aksi tersebut merupakan ketidaksengajaan. Namun tentu, kata dia, hal ini menjadi perhatian pihaknya.

“Nanti kita lakukan pembinaan kepada guru bersangkutan dan secara keseluruhan lah sebagai pembelajaran bagi kita, jangan sampai guru guru lain menggunakan pembinaan seperti itu,” ujar Abdul Hadi yang juga berada di IGD RS Abdul Aziz melihart korban dan bertemu orangtua korban.

Ia menekankan kembali bahwa di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebuduayaan Kota Singkawang sudah tegas bahwa tidak ada pemberlakukan pembinaan murid oleh guru dengan hukuman berbentuk kekerasan. Pihak dinas dan pengawas sekolah akan melakukan pembinaan kepada guru serta meminta klarifikasi kejadian tersebut. “Intinya kita dari Disdikbud menekanakan bahwa melarang dan tidak diperkenankan bentuk bentuk pembinaan dengan cara cara kekerasan dan dalam bentuk sekecil apapun,” tegasnya. (har)

Read Previous

Ingatkan Pelajar Kurangi Aktivitas di Luar Kelas

Read Next

Dekranasda Pontianak Ajak Perajin Daftar HAKI

Tinggalkan Balasan

Most Popular