Dirjen Resmikan Pencanangan KPPN Sadaniang

PUSAT PERCONTOHAN: Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kemendes PDTT dan Transmigrasi RI, Ir Harlina Sulistyorini, MSi memotong pita dilokasi pencanangan KPPN Sadaniang.ISTIMEWA

Berharap Sadaniang Jadi Pusat Percontohan

MEMPAWAH – Pemerintah pusat menetapkan Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah menjadi salah satu dari enam wilayah di Indonesia yang masuk dalam program Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN). Pencanangan percepatan pembangunan program tersebut diresmikan Direktur Jendral (Dirjen) Pembagunan Kawasan Perdesaan, Kemendes PDTT dan Transmigrasi RI, Ir Harlina Sulistyorini, MSi, Kamis (5/9) pagi.

Acara pencanangan percepatan pembangunan KPPN Sadaniang tersebut dirangkaikan dengan Peluncuran Program Responsive Innovation Fund (RIF) Tahap II dan Peresmian Rice Milling Unit (RMU) serta Rumah Pajang Pengembangan Inkubator Produk Unggulan Desa (PI Prukades).

Tak hanya dihadiri Dirjen, sejumlah pejabat lainnya turut hadir seperti Staf Ahli Mentri Desa Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal, Ir. Ekatmawati, Direktur Pembagunan Ekonomi Kawasan Perdesaan, Drs. Luthfy Latief MSi, Direktur Pengembangan Sumber Daya Alam (SDA), Drs. Mulyadin Malik MSi, Kepala Balai Banjarmasin, Pepen Efendi, SE, MM, Kepala Subdirektorat SDA Bidang Koordinator Program, Yudi Hermawan.

Kemudian, hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kalimantan Barat, Dra Sri Jumiadatin MSi, Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi dan para Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah, Camat beserta jajaran Muspika Kecamatan Sadaniang.

“Program KPPN ini ada pada buku 3 RPJMN dengan 39 pusat pertumbuhan di 60 kabupaten di Indonesia. Nah, Kecamatan Sadaniang merupakan satu diantara 60 wilayah yang masuk dalam program KPPN,” terang Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Pembagunan Daerah Teritinggal dan Transmigrasi RI, Ir Harlina Sulistyorini MSi.

Harlina mengatakan, pelaksanaan program KPPN itu sendiri ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dan mengembangkan perekonomi lokal serta melakukan upaya pengembangan kawasan pedesaan.

“Seperti apa bentuk kegiatannya tergantung dari masing-masing daerah. Karena, KPPN itu disusun dari hasil partisipatif masyarakat setempat. Misalnya di Sadaniang sendiri berdasarkan hasil partisipasi eksplorasinya adalah pertanian. Maka sektor pertanian ini yang akan coba dikembangkan secara maksimal,” jelasnya.

Karenanya, dia berharap pencanangan pengembangan dan pembangunan KPPN Sadaniang dapat terealisasi dengan baik dan maksimal sesuai program yang telah disusun Kementrian Desa. Sehingga, seluruh potensi yang ada di Kecamatan Sadaniang dapat digali dan dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat dan wilayah itu sendiri.

“Mudah-mudahan Kecamatan Sadaniang dapat menjadi salah satu KPPN yang bisa kami banggakan nantinya. Dan tidak menutup kemungkinan, keberhasilan yang dicapai pada KPPN Sadaniang bisa diaplikasikan pada kawasan-kawasan pedesaan lainnya di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kalimantan Barat, Dra Sri Jumiadatin MSi mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendukung penuh dan memberikan apresiasi atas terlaksanakanya pencanangan KPPN di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah.

“Kita patut bangga dengan Kecamatan Sadaniang. Sebab, Sadaniang terpilih menjadi satu dari 6 wilayah yang masuk dalam program KPPN pemerintah pusat. Ini merupakan prestasi dan kesempatan yang harus kita optimalkan,” pendapatnya.
Melalui program KPPN, Sri berharap Sadaniang akan tumbuh dan berkembang menjadi daerah maju di Kalimantan Barat. Terutama mampu mewujudkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program strategis dan terukur.

“Pastinya nanti akan ada bimbingan dari Kades, Camat dan pemerintah daerah serta tim dari pusat yang akan merealisasikan program KPPN Sadaniang. Sehingga potensi-potensi yang ada dapat digali dan dikembangkan menjadi sesuatu yang produktif,” harapnya.

Ditanya dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Sri memastikan komitmen dan kesungguhan pihaknya untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Apalagi, persoalan desa menjadi salah satu atensi khusus Gubernur Kalbar untuk mewujudkan desa mandiri.

“Dukungan Pemprov akan ditentukan melalui RPJMD Provinsi Kalbar. Maka kita mengharapkan adanya sienrgitas dan koneksitas. Pemerintah Provinsi pastinya akan memperhatikan setiap daerah di Kalbar ini. Apalagi, Pak Gubernur sangat intens untuk realisasi program desa mandiri,” sebutnya.

Sebab, timpal dia, saat ini Provinsi Kalimantan Barat hanya memiliki satu desa mandiri di Kabupaten Kayong Utara. Berangkat dari data itu, maka Gubernur mencanangkan terbentuknya 80 desa mandiri di Kalimantan Barat. Dengan ketentuan, indikator-indikator desa mandiri tersebut didapat dari partisipasi masyarakat, pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.

“Intinya kami sangat bangga dengan pencapaian Sadaniang dalam program KPPN ini. Karena itu, keberhasilan Sadaniang ini patut diapresiasi dan didukung seluruh stakeholder. Maka, kami mengajak seluruh pihak untuk mensukseskan KPPN Sadaniang,” tukasnya. (wah)

Read Previous

Pasangan Jambret Diringkus

Read Next

Berstatus Pratama, Usia Harapan Hidup 72 Tahun

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *