Dishub Razia Truk Overload dan Overdimensi

RAZIA. Dinas Perhubungan saat menggelar razia rutin terhadap kendaraan angkutan di Kota Sanggau.DISHUB FOR PONTIANAKPOST

SANGGAU – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sanggau, Anselmus mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat terutama para sopir angkutan untuk mematuhi aturan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Dalam bentuk banner atau spanduk kami pasang di sepuluh titik antara lain di arah simpang Tayan-Pontianak, arah Balai Karangan Sekayam, arah Semuntai dan di dalam kota Sanggau. Memang masih sedikit, tapi ini upaya yang kita lakukan sementara,” ungkapnya.Selain itu, Dishub Sanggau juga melakukan razia minimal dua kali dalam seminggu. Hal ini sebagai bentuk pengawasan.

“Terakhir, kami mendatangi pabrik CPO dan pengusaha transportasi khusus mengangkut sawit. Kami sampaikan agar tidak membawa angkutan melebihi kapasitas. Kami ingatkan juga, kalau membawa TBS wajib pakai jaring supaya tidak jatuh dan membahayakan orang lain,” katanya.

Kepada pemilik truk dengan bodi besar, juga diingatkan untuk mematuhi aturan yang ada. Terkait jembatan timbang, Anselmus menyebut bahwa itu kewenangan pemerintah pusat.

“Tahun 2021 akan diterapkan overload overdimensi, walapun masih ada tarik ulur dengan Kemendag, tapi ini juga permintaan Kementerian PUPR untuk mencegah kerusakan jalan lebih awal,” terangnya.

“Kami tidak punya kewenangan di sana (jembatan timbang), kami sifatnya hanya koordinasi dan bisa meminta agar kendaraan yang over kapasitas diturunkan muatannya. Jelasnya, kami akan lakukan tindakan jika masih ada kendaraan overload dan overdimensi yang lalu lalang,” tegasnya.

Sebelumnya, warga Sanggau, Ruslan A. Gani mendesak pemerintah melakukan pengawasan terhadap truk over kapasitas yang kerap lewat jalan Kota Sanggau.

“Beberapa hari yang lalu, ada truk muatan buah sawit yang tumpah pas di tanjakan Semboja, sangat bahaya. Kalau sempat buah sawit itu jatuh lalu kena kepala pengendara sepeda motor bisa pecah, ini yang kita khawatirkan,” katanya Rabu (22/1). (sgg)

loading...