Disintregasi Bisa Pecah Kalbar-Indonesia

PONTIANAK—Disintregasi bangsa rentan terjadi di era demokrasi seperti sekarang. Perbedaan atau tidak sependapat yang disampaikan bukan pada jalurnya sering jadi pemicu. Makanya mari kawal Indonesia dan Kalimantan Barat bersatu padu.

Alexander Rombonang Kepala Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat menyampaikannya pada acara Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama Kalbar tahun 2019 di Hotel Mahkota Pontianak.

“Memang segala sesuatunya adanya keberagaman pasti punya potensi terjadi berbagai perbedaan. Perbedaan bisa menguat dan bisa juga menjadi percepahan. Ini disebut disintergasi bangsa,” katanya seusai acara Rakor FKUB, Rabu(18/9) siang.

Menurutnya pemerataan pembangunan dan dirasakan sebagian masyarakat yang belum menikmati secara merata meski pemerintah berusaha maksimal, jelas ada pihak belum terpuaskan.

“Harus menjadi keprihatinan bersama. Pikiran diisntergasi wqajib dibuang jauh, hanya karena persoalan pembangunan. Kita sudah sepakat bahwa NKRI harga mati. Separatisme dan gerakan menganggu pancasila tidak boleh terjadi,”ujarnya.

Sementara, Hermanus Staf Ahli Pemprov Kalbar menyampaikan sambutan Wagub Ria Norsan sebagai Ketua Dewan Penasehat FKUB menyebutkan bahwa masalah disintregasi bangsa bisa memecah belah bangsa dan negara. Di era sekarang hal seperti begitu, wajib diwaspadai. Makanya jalan keluar terbaik bagaimana memupuk terus menerus persatuan dan kesatuan bangsa dengan membuat beragam program dialog seperti sekarang.

Di sisi lain, Hermanus menyebutkan bahwa tidak benar negara juga membatasi kegiatan beragama di masyarakat. Akan tapi kegiatan yang dianggap mengancam persatuan dan kesatuan menjurus perpecahanlah yang diwaspadai. Ini juga menghindari disintregasi kehidupan berbangsa.

”Tidak boleh tumbuh dan ada. Sebab Indonesia dan Kalbar akan terus membangun menatap bangsa depan dan NKRI,” ucapnya.

Di sisi lain, Hermanus juga menyinggung tahun 2020 ada tujuh kabupaten melaksanakan pilkada serentak. Tentunya eskalasi politik sangat tinggi. Suhu memanas. “Apabila eskalasi dimanage dengan baik, maka pelaksanaan pildaka dapat terlaksana secara aman dan damai,” ucap dia.(den)

Read Previous

Kembali Tambah Libur Sekolah, Guru Tetap Masuk

Read Next

Kantor Kejati Kalbar Digeruduk, Pertanyakan Peranan TP4D Kejaksaan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular