Distribusi BBM Arus Mudik dan Balik Tanpa Kendala

ILUSTRASI

PONTIANAK – Masa puncak lebaran Idulfitri berlalu, PT Pertamina (Persero) telah memastikan penyaluran BBM dan Gas berjalan aman dan lancar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Secara nasional, berdasarkan dat, realisasi penyaluran gasoline (bensin) sebesar 91,1 ribu Kilo Liter (KL) per hari atau meningkat 8 persen dibanding rata-rata harian normal sebesar 84,1 ribu KL per hari.

Puncak permintaan BBM terjadi pada tanggal 11 – 12 Mei 2021 dengan konsumsi terbesar adalah Pertalite yang mencapai 70 persen dari total realisasi gasoline.Berbeda dengan gasoline, gasoil (solar) malah terjadi penurunan 10 persen dari rata-rata harian normal sebesar 38,5 ribu KL menjadi 34,3 ribu KL per hari. Penurunan juga terjadi pada penyaluran Avtur yang turun 25,6 persen dari rata-rata normal harian 6,5 ribu KL per hari menjadi 4,9 ribu KL per hari.

“Untuk produk gas, peningkatan konsumsi terjadi pada LPG sebesar 27,5 ribu Metrik Ton (MT) atau naik 6,3 persen dari penyaluran normal sebesar 25,8 ribu MT. Sedangkan penyaluran gas nasional sebesar 590 BBtud dimana untuk layanan jaringan gas rumah tangga naik 10 persen – 12 persen dengan volume sebesar 8 juta – 8,5 juta m³ per hari dalam pemakaian selama masa bulan Ramadan,” ujar Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman, kemarin (23/5)

Di Kalbar sendiri, kebutuhan BBM meningkat dibanding momen serupa tahun lalu. Rata-rata konsumsi harian gasoline naik sebanyak 1,6 persen dibandingkan dengan konsumsi normal harian. Berbeda dengan jenis bensin, konsumsi gasoil (Biosolar, Dexlite, Pertamina Dex) di Kalbar mengalami penurunan sebanyak 1,4 persen dari konsumsi normal bulanan.

Sementara untuk kebutuhan LPG 3 Kg pada Idulfitri tahun 2021 telah diantisipasi dengan meningkatkan alokasi penyaluran sebesar 5,3 persen dari rata-rata normal bulanan atau sekitar 3.566 MT (1.188.843 tabung) MT dari konsumsi normal rata-rata bulanan yaitu 33.631 Metrik Ton untuk wilayah Kalimantan.

“Penguatan stok LPG telah dilakukan dari akhir bulan April dengan penambahan stok cadangan melalui dua tahap yaitu Tahap I pada April 2020 dan Tahap II pada Mei 2020. Untuk wilayah Kalimantan Barat, penambahan fakultatif Tahap I sebanyak 332 Metrik Ton ( 110.800 tabung) dan penambahan fakultatif Tahap II sebanyak 495 Metrik Ton (164.840 tabung),” sebut Freddy Anwar selaku executive general manager regional Pertamina Kalimantan.

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan LPG, Pertamina juga menyiapkan lembaga penyalur LPG Pertamina yaitu agen dan outlet LPG Siaga sebanyak 298 agen PSO, 951 outlet PSO, 75 agen NPSO dan 276 outlet NPSO di seluruh wilayah Kalimantan. Langkah antisipatif lainnya adalah Pertamina menginstruksikan agen-agen untuk melalukan pengisian LPG NPSO ke Modern Outlet seperti Indomaret dan SPBU sebagai outlet penjualan LPG. Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi terkait (ASDP/Dishub, Ditjen Migas, Pemda TK I & II, Kepolisian, Perbankan). Koordinasi dilakukan guna memperlancar distribusi LPG.

Lain halnya dengan Bahan Bakar Minyak dan LPG, konsumsi avtur selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 1442 H cenderung turun. Di Kalbar, konsumsi normal avtur selama bulan Ramadan dan Idulfitri cenderung turun sebesar 7,7 persen dibandingkan konsumsi normal bulanan atau sebesar 46,15 KL/bulan dari 49,99 KL/bulan. Penurunan tersebut juga dikarenakan akibat pandemik Covid-19 dan larangan mudik yang menyebabkan terbatasnya maskapai komersial yang diperbolehkan untuk terbang. (ars)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!