Distribusi Gas Belum Tepat Sasaran

GAS: Bupati dan Wakil Bupati Sambas berbincang dengan pedagang. Permasalahan gas melon menjadi perhatiannya. OZY/PONTIANAKPOST

Operasi Pasar 7 Kecamatan

SAMBAS – Melihat susahnya warga di sejumlah kecamatan mendapatkan elpiji 3 Kilogram serta menghadapi Idul Adha 1441 H. Pemerintah Kabupaten Sambas mengirimkan surat ke Pertamina untuk pelaksanaan Operasi Pasar khusus gas melon.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH mengapresiasi Pertamina dalam pelaksanaan operasi pasar. Diharapkan langkah ini menjadi upaya membantu masyarakat ditengah kelangkaan gas melon.

“Sudah saya arahkan, agar menyurati pertamina, dan Alhamdulillah, terkonfirmasi Kabupaten Sambas dibantu operasi pasar. Semoga ini bisa mengatasi keresahan ditengah-tengah masyarakat terutama menjelang Idul Adha. Harapan kami, kondisi kelangkaan ini kedepannya tidak terjadi lagi. Dan penambahan kuota yang Kabupaten Sambas ajukan, disetujui atau dipenuhi pertamina,”  kata Bupati Sambas.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas, Ir H Musanif MT menyebutkan dari hasil pantauan, warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sambas mengakui susahnya mendapatkan Elpiji melon. Sehingga dalam rangka membantu sekaligus menghadapi Idul Adha, Pemkab mengirimkan surat ke Pertamina.

Hasilnya, pihak pertamina menyetujui untuk melaksanakan Operasi Pasar di sejumlah kecamatan, diantaranya Tebas, Jawai, Jawai Selatan, Tangaran, Teluk Keramat, Selakau dan Paloh. Dan hasil pengamatan, kecamatan-kecamatan tersebut warganya sering mengalami kesusahan mendapatkan gas melon.

“Operasi pasar elpiji melon, akan dilaksanakan di tujuh kecamatan yang itu dilaksanakan selama dua hari, yakni Rabu (29/7) untuk di Tebas, Jawai, Jawai Selatan dan Kamis (30/7) untuk di Kecamatan Tangaran, Teluk Keramat, Selakau dan Paloh,” kata Musanif, Selasa (28/7) ditemui di ruang kerjanya. Sementara, bagi kecamatan yang belum tersasar operasi pasar gas melon, bisa mengusulkan dan nantinya diupayakan setelah Idul Adha bisa dilaksanakan.

Sesuai usulan yang disampaikan ke Pertamina. Pemkab Sambas meminta sebanyak 16.800 tabung saat operasi pasar. Namun berapa yang disetujui Pertamina, itu jumlah yang akan di gunakan untuk OP. “Kalau biasanya Pertamina ngirimnya sesuai jumlah usulan. Tapi untuk yang sekarang, sampai saat ini jumlah pastinya kami belum dapat, mudah-mudahan sama (dengan usulan) kalaupun harus berkurang, kami berharap tak banyak,” katanya.

Dalam OP, sebut Musanif, menyasar warga yang berhak menggunakan elpiji melon, diantaranya warga kurang mampu maupun usaha kecil. “Warga yang berhak mendapatkan elpiji melon, datang ke lokasi operasi pasar, tunjukkan KTP dan KK,” katanya.

Ketika ditanya mengenai apa yang terjadi dengan kondisi elpiji 3 KG di Kabupaten Sambas. Musanif membeberkan, jika selama ini permasalahan yang muncul yakni Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tepat sasaran peruntukannya. “Ya, yang tepat sasaran inilah yang belum juga optimal, gas melon ini belum sepenuhnya tepat sasaran, karena kami mensinyalir orang kaya, rumah makan (non kecil), hingga restoran dan hotel ada yang diduga menggunakan gas melon,” katanya. Pihaknya, akan terus memperkuat pengawasan berkaitan dengan siapa saja yang berhak menggunakan elpiji melon.

Selama satu tahun, sebutnya, jatah LPG 3 Kilogram di Sambas berkisar 3 juta sembilan puluh delapan ribu tabung. Jika diasumsikan seluruh KK di Kabupaten Sambas, jumlah itu baru mencakup 40 persennya. Sehingga, dengan kuota itu harus ada yang diprioritaskan, yakni mereka yang tak mampu, pedagang kecil. Sementara bagi yang mampu, orang kaya, restoran, hotel, usaha menengah menggunakan gas selain yang 3 Kilogram.

“Harusnya memprioritaskan gas melon ini untuk warga yang tak mampu, kalau mampu harus secara sukarela menggunakan tabung yang 5,5 kilogram atau yang 12 Kilogram. Sehingga jatah yang ada, bisa tepat sasaran untuk warga tak mampu,” katanya.

Meski demikian, kuota untuk Kabupaten Sambas, dari yang ada saat ini perlu ada penambahan. Terlebih, masih ada nelayan miskin, petani kecil, pedagang kecil. “Pak Bupati Sambas, memiliki perhatian terhadap masalah gas melon. Bahkan sudah mengupayakan penambahan jatah untuk di Kabupaten Sambas, dan kalaus ecara rasio dengan jumlah penduduk atau KK, Kabupaten Sambas harus mendapatkan enam juta tabung,” katanya.(fah)

 

 

error: Content is protected !!