Ditawari Teman Kencan, Malah Menjadi Korban Pemerasan

PONTIANAK – Polisi meringkus lima pelaku pemerasan, yang beraksi di Jalan Pahlawan, Kecamatan Pontianak Selatan pada Senin, 26 Agustus 2019. Pelaku yang ditangkap yakni AM alias MN, JM, ED alias AG, AR alias IP, dan HM.

Sementara empat pelaku lain yang terlibat, yakni AR, NO, GG, dan UD sampai dengan saat ini masih buron. Dalam proses penangkapan, satu pelaku yakni JM terpaksa ditembak di kakinya lantaran saat akan ditangkap berusaha melarikan diri.

Kasus pemerasan itu dialami pria asal Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Korban ditawari para pelaku seorang perempuan untuk dikencani melalui jejaring sosial. Setelah sepakat korban lalu diajak bertemu di Jalan Pahlawan, Kecamatan Pontianak Selatan sekitar pukul 23.00.

Setibanya di tempat yang telah disepakati, bukan wanita pesanan yang didapat, korban malah diperas oleh kesembilan pelaku. Lantaran tak dapat melawan dan melarikan diri, korban lalu menyerahkan uangnya kepada para pelaku. Tak berhenti sampai di situ, para pelaku meminta korban untuk mengambil uang di ATM.

“Korban menyerahkan uang sebesar Rp700 ribu, 2 juta ringgit Malaysia, dan uang di ATM kepada para pelaku,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson Pulli, Rabu (29/8).

Rully menjelaskan, berdasarkan laporan korban, pihaknya melakukan penyelidikan dan penelusuran terhadap para pelaku pemerasan tersebut. Dari hasil penyelidikan itu, melakukan pemeriksaan kembali terhadap satu pelaku pemerasan yang telah ditangkap sebelumnya, yakni AM alias MN.

Dari keterangan AM, lanjut Rully, para pelaku yang melakukan pemerasan itu adalah teman-temannya, termasuk JM, yang tinggal di Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat.

Rully menyatakan, terhadap informasi itu, pihaknya melakukan pencarian keberadaan pelaku dan didapat informasi jika yang bersangkutan berada di Jalan Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya.

Rully menerangkan, setelah  mendapatkan informasi dilakukan penyelidikan dengan mendatangi alamat yang dimaksud. Setibanya di lokasi, JM berhasil ditangkap. Dari tangannya disita barang bukti hasil kejahatan berupa uang asing sebanyak enam lembar dan dompet warna hitam. JM mengaku melakukan pemerasan bersama delapan temannya di Jalan Pahlawan.

“Pelaku dibawa ke TKP. Setibanya di sana, dia (pelaku) melawan petugas dengan berusaha melarikan diri. Tembakan peringatan sebanyak tiga kali dilepas agar pelaku menyerah, tidak diindahkan. Sehingga terpaksa dilepas tembakan melumpuhkan ke arah kaki,” tuturnya.

Rully menyatakan, setelah JM ditangkap, pihaknya langsung melakukan pengembangan, dan tiga pelaku lainnya, ED alias AG, HM dan AR alias IP berhasil ditangkap. Dengan barang bukti uang tunai sebesar Rp700 ribu dan satu keping ATM dan dua unit motor yang digunakan sebagai sarana untuk melancarkan aksi kejahatan.

“Terhadap para pelaku akan dikenakan pasal 368 dengan ancaman pidana penjara sembilan tahun,” tegasnya.

Pada kasus berbeda, Rully mengatakan, polisi menangkap seorang pelaku pencurian berinisial DD yang beraksi di salah satu rumah warga Jalan Tritura, Kecamatan Pontianak Timur.

Rully menjelaskan, pada Senin, 26 Agustus 2019, dari keterangan korban, saat itu sedang berada di rumah tetangganya. Tidak lama kemudian, korban pulang dan mendapati jika pintu belakang rumah sudah terbuka. Di belakang rumah terlihat seorang pria sedang membawa kipas angin dan powerbank.
“Melihat pelaku, korban teriak meminta tolong warga. Pelaku berhasil ditangkap dan diserahkan kepada anggota Polsek Pontianak Timur yang datang ke tempat kejadian,” pungkasnya.(adg)

Read Previous

Gubernur Kalbar Menyambut Kepulangan Jamaah Haji

Read Next

Kenaikan Iuran Tinggal Tunggu Perpres



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *