Dorong Efektivitas dan Efisiensi Pabrik Kelapa Sawit

PONTIANAK – Efisiensi dan efektivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) masih menjadi tantangan para pengusaha sawit di tanah air. PKS yang tidak prima nyatanya dapat menyebabkan kerugian baik karena kehilangan minyak, penurunan mutu minyak maupun penambahan biaya. Karena itulah, peningkatan efisiensi dan efektivitas PKS sangat penting untuk dilakukan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono menyampaikan,  PKS  merupakan salah satu titik penting dalam rantai olah industri minyak sawit.  Sifat  tandan buah segar (TBS) yang fragile memerlukan kesiapan pengolahan yang prima. Biaya operasional PKS akan terus bertambah karena upah dan bahan terus meningkat dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi seperti sumber air yang tidak mencukupi  dimusim kemarau, pengeturan di bidang ketenaga kerjaan, pengaturan pencemaran lingkungan dan lain-lain.

“PKS merupakan satu rantai proses sangat penting peranannya dalam meningkatkan produktivitas kebun dalam  menghasilkan produksi CPO ton per hektare melalui pengurangan losses dalam pengolahan TBS,” jelas dia, lewat kegiatan webinar Ngobrol Bareng Sesi-6, belum lama ini.

Ketua Bidang Agro Industri GAPKI, Rediman Silalahi, menyatakan bahwa agar PKS dapat beroperasi secara efektif dan efisien. TBS yang dipanen harus secepatnya diolah, double handling dihindari, dan PKS  tanggap terhadap kondisi TBS yang masuk. “Double handling juga perlu dihindari karena dapat menyebabkan pelukaan TBS yang akan menyebabkan kehilangan minyak dan penurunan mutu minyak,” kata dia.

Pasokan bahan baku TBS menurutnya juga perlu diatur agar waktu panen sampai dengan diolah dapat diminimalkan. Hal itu karena makin lama menunggu mutu minyak yang dihasilkan akan turun. Selain itu, koordinasi panen-angkut-olah yang efektif akan dihasilkan CPO maksimal dengan mutu terbaik.

M Ichsan, mewakili PT  Astra Agro Lestari menilai, PKS perlu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas untuk menghambat laju kenaikan biaya produksi. Dengan digitalisasi tersebut, stabilitas proses di semua  PKS dapat dimonitor dari kantor pusat dan unit sehingga rencana tindakan penyesuaian dapat dilakukan dengan lebih baik dan lebih cepat. “Selain itu, pencapaian dari asisten dan stok juga dapat dievaluasi,” ucap dia.

Wakil Ketua Umum III Gapki, Togar Sitanggang menyampaikan bahwa PKS merupakan satu titik penting dalam rantai proses minyak sawit yang menghubungkan sektor kebun dan industri.  Oleh karena itu dia menilai perbaikan komunikasi dan koordinasi PKS dengan kebun menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas PKS dan kebun dan industri sawit pada umumnya. (sti)

loading...