Dorong Peningkatan Zakat Melalui Generasi Millenial

zakat
ZAKAT: Zakat Goes To Campus untuk mendorong peningkatkan pengumpulan zakat di Kalbar melalui generasi muda. MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST

Potensi Zakat di Kalimantan Barat

Potensi zakat di Kalimantan Barat menurut Pemetaan Potensi Zakat (IPPZ) tercatat sebesar Rp2.104,7 triliun. Namun, berdasarkan data per 1 Oktober 2019, angka pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah di Kalbar baru terkumpul sebesar Rp20.724.800.759 atau senilai Rp20,7 miliar.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

JUMLAH tersebut masih jauh dari potensi yang ada, sehingga perlu adanya gerakan-gerakan zakat di Kalbar, termasuk pada dunia kampus. Sebab itu, Kanwil Kementerian Agama Kalbar menggelar kegiatan Zakat Goes To Campus. Program ini bertujuan untuk mendorong peningkatkan pengumpulan zakat di Kalbar melalui generasi muda.

Ridwansyah, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar mengatakan, kegiatan ini juga dalam rangka membangun kesadaran sosial generasi muda. Kaum milenial dianggap mempunyai potensi yang sangat besar terhadap peradaban zakat.

“Mereka ini memiliki potensi menjadi seorang muzakki (pemberi zakat) dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Agar mereka memami bahwa didalam harta kita ada hak-hak orang lain,” jelasnya, Rabu (6/11) di Untan.

Tujuan lain, kegiatan ini mengedukasi para mahasiswa sebagai elite generasi terpelajar dan calon pemimpin bangsa dengan literasi zakat yang memadai.  Mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan wawasan terkait manfaat dan pengelolaan zakat yang diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan.

Jika milenial kampus ini dapat memahami zakat dengan baik, maka secara tidak langsung dapat memberikan pemahaman secara luas kepada masyarakat muslim mengenai kewajiban dalam rukun Islam tersebut.

Meningkatkan kesadaran berzakat, kata Ridwan memerlukan kerja keras bersama. Bersinergi antar pemangku kepentingan. Baik dari Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) itu sendiri seperti BAZNAS dan LAZ maupun eksternal LPZ seperti Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, MUI, Akademisi, dan pihak-pihak terkait. “Pemerintah memberikan kewenangan penuh kepada lembaga resmi untuk mengelola zakat. Potensinya ini besar.

Muhammad Khaerul Hadi, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan ini senang mendapatkan wawasan keilmuan tentang manfaat dan pengelolaan zakat. Meski sudah mendapatkan pembelajaran materi ini di sekolah, namun kata dia masih banyak hal-hal terkait zakat yang belum dipahami.

“Yang saya pahami terkait zakat ini, jika pengelolaannya baik, penyalurannya zakat sesuai untuk masyarakat yang membutuhkan, maka saya yakin manfaatnya akan sangat terasa,” pungkasnya. (*)

 

loading...