DPRD Ketapang Soroti Proyek Pematang Gadung-Pelang; Kurang Pengawasan, Progresnya Hanya 38 Persen

KETAPANG – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang mengecek proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Selasa (28/7). Dua proyek tersebut yakni peningkatan kapasitas jalan Pematang Gadung – Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan senilai Rp8,5 miliar, dan proyek peningkatan kapasitas struktur jalan Desa Pelang – Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong dengan nilai Rp8,5 miliar.

Ketua Komisi IV, Achmad Sholeh, mengatakan, monitoring dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti hasil rapat Komisi IV DPRD bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Ketapang. “Kemarin kita sudah melakukan rapat dengan Dinas PUTR Ketapang membahas serapan anggaran dan lain-lain. Pasca rapat, kita bersama Kepala Dinas PUTR langsung meninjau proyek Pematang Gadung-Pelang dan Pelang-Negeri Baru,” kata Sholeh, kemarin (30/7) di Ketapang.

Berdasarkan hasil monitoring, secara kualitas maupun progres, menurut Sholeh pengerjaan proyek Pelang – Negeri Baru lebih bagus jika dibanding pengerjaan proyek Pematang Gadung – Pelang. “Proyek Pematang Gadung – Pelang, kami nilai kurang pengawasan hingga mengakibatkan pengerjaan terlambat. Bahkan, progresnya sampai saat ini baru 38 persen. Makanya kita cepat turun agar tidak terjadi kesalahan,” jelasnya.

Untuk mengejar target atau progres pengerjaan sebelum batas kontrak berakhir September mendatang, Komisi IV mendesak pelaksana agar menambah unit pengangkut material. Mereka juga meminta agar material yang diambil dari Merak didatangkan secepatnya.

Sholeh mengungkapkan, khusus material proyek sudah memenuhi standar. Hanya saja, sejauh ini yang baru dilaksanakan pada proyek tersebut, menurut dia, baru tingkat pengerjaan Lapisan Pondasi Bawah (LPB). Selain itu, pengerasan pekerjaan juga diakui dia, belum maksimal kepadatannya. “Kami minta kontraktornya agar lebih serius menanganai proyek Pematang Gadung – Pelang. Kami tidak mau proyek ini seperti proyek Pelang – Batu Tajam yang tidak selesai diakhir batas kontrak,” tegasnya.

Sementara mengenai pengerjaan proyek Pelang – Negeri Baru, progres pekerjaan sudah mencapai 60 persen. Kemungkinan, diperkirakan dia, akan selesai 100 persen pada minggu kedua bulan Agustus 2020. “Kalau Pelang – Negeri Baru, saya lihat pengerjaannya teratur, kontraktornya pun juga orang yang ahli di bidangnya. Mereka tinggal mengerjakan hotmix. Mungkin minggu kedua Agustus sudah selesai secara keseluruhan,” ujarnya.

Meski demikian, dia tetap memberikan catatan dan saran. Pelaksana diminta dia agar mengedepankan keselamatan dan kesehatan masyarakat, dengan cara melakukan penyemprotan setiap hari, agar debu pengerjaan tidak menyebar luas. “Keselamatan dan kesehatan masyarak juga penting. Karenanya pelaksana, termasuk pelaksana Pematang Gadung – Pelang kita minta melakukan penyemprotan setiap hari. Terlebih penyemprotan juga membantu proses pengerasan jalan,” pungkasnya. (afi)

loading...