DPRD Tinjau Muara Sungai Kuala

Dituding ILEGAL: Komisi 1 dan 3 DPRD Kota Singkawang melakukan peninjauan terhadap dugaan reklamasi muara sungai Kuala yang dilakukan oleh salah satu pengusaha di Singkawang di Jalan Tani Gang Kelapa 2, Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, Senin (2/12). Har/Pontianak Post

Tudingan Reklamasi Ilegal

SINGKAWANG–Komisi 1 dan 3 DPRD Kota Singkawang melakukan peninjauan terhadap dugaan reklamasi ilegal di muara sungai Kuala yang dilakukan oleh salah satu pengusaha di Singkawang di Jalan Tani Gang Kelapa 2, Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, Senin (2/12). Peninjauan yang dilakukan Anggota DPRD Kota Singkawang ini menindak lanjuti laporan masyarakat dengan adanya aktivitas penimbunan muara sungai kuala di Jalan Tani, Gang Kelapa 2 dan penutupan muara arus sungai oleh seorang pengusaha Kota Singkawang.

Anggota Komisi 1 DPRD Kota Singkawang, Susiwu mengatakan, kunjungan ini merupakan tidak lanjut dari laporan warga sekitar yang resah dengan aktivitas tersebut. “Kita lakukan peninjauan lokasi penimbunan muara sungai ini berdasarkan laporan masyarakat dengan aktivitas tersebut,” katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan peninjauan di lapangan, bahwa muara yang merupakan arus keluar masuk air dari sungai ke laut sudah habis di tembok pengusaha tersebut. “Tak hanya itu, muara ini juga sudah di tembok habis. Bahkan arus sungai telah tertimbun. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan terjadi banjir di Kota Singkawang,” ujarnya.

Dalam kegiatan penimbunan, katanya, sang pengusaha juga melakukan penutupan saluran air. Sehingga pengusaha tersebut dinilai telah melakukan kesalahan sesuai Perda yang berlaku. “Jika pengusaha tersebut terbukti melakukan penimbunan, maka pengusaha tersebut jelas melanggar Perda Nomor 1 tahun 2016 Pasal 26 ayat 1 bagian E tentang larangan menutup saluran air,” ungkapnya.

Susiwu mengatakan, Komisi 1 dan Komisi 3 DPRD Singkawang akan terus memperjuangankan aspirasi masyarakat. Pihaknya juga akan menyelesaikan permasalahan tersebut. “Sesuai dengan tupoksi, maka kami dari Komisi 1 dan 3 DPRD Singkawang akan memperjuangkan aspirasi rakyat. Dan kami akan mencarikan titik terang mengenai permasalahan ini,” jelasnya.

Salah satu warga, Albert Hugo Santoso mengatakan, akibat penimbunan yang dilakukan pengusaha tersebut sangat berdampak bagi warga yang berdomisili di beberapa kelurahan. “Kami sebagai warga Kota Singkawang berharap agar sungai dan muara ini dikembalikan seperi semula. Karena akibat aktivitas tersebut mengakibatkan banjir di 3 kelurahan yaitu Kelurahan Kuala, Kelurahan Melayu dan Kelurahan Pasiran. Di mana terdapat 10.000 warga yang tinggal,” katanya. (har)

Read Previous

Bupati Apresiasi Masyarakat Serahkan Senpi

Read Next

Gelar Uji Coba UAS Berbasis Online, Lebih Efektif serta Hemat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *