Dua Minggu Persiapan Tari, Satu Hari Pengambilan Video Klip

Tari Cidayu Mengantar Darmawanita BKKBN Kalbar Juara Satu Lomba Tari Nasional

Tarian etnik Cina Dayak Melayu (Cidayu)
yang dibawa tim penari Kalbar pada lomba darmawanita BKKBN tingkat nasional berhasil meraih juara satu. Bagaimana proses penyatuan enam penari sampai tercipta tarian Cidayu dan mengantarkan mereka jadi sang juara?

Mirza Ahmad Muin, Banjarmasin

Senyum ramah Euis Trismulyati Kusmana, Ketua Darmawanita BKKBN Kalbar terpancar ketika bertemu kuli tinta, disalah satu warung Soto Banjar terkenal tepian Sungai Martapura pada Jumat pagi yang hangat. Senyum ramah itu menjadi awal percakapan panjang ia memulai cerita bagaimana proses hingga tim tari darmawanita BKKBN Kalbar meraih juara satu lomba tari yang diadakan BKKBN yang menjadi kesatuan perayaan rangkaian Hari Keluarga Nasional ke 26 di Kalimantan Selatan.

Ditemani para rekan yang merupakan peserta lomba tari, iapun memulai cerita bagaimana proses hingga dibawanya tarian tiga etnis Cidayu itu. “Ide tarian Cidayu ini dari teman-teman Darmawanita. Dari situ kamipun kepikiran untuk menyatukan tarian tiga etnis itu menjadi satu, dan diikutsertakan pada lomba tari darmawanita senasional,” ungkapnya.

Proses hingga terciptanya tarian ini lanjut dia singkat. Cuma memakan waktu dua minggu. Setelah ide Cidayu disepakati, rekan-rekan lantas meminta bantuan pelatih tari untuk menyatukan gerakannya.

Pada proses penyatuan gerakan lanjut dia, dibagilah tugas penari dengan pembagian dua penari cina, dua dayak dan duanya lagi penari melayu. Untuk proses pembagian tugas ini fleksibel karena diserahkan langsung oleh masing-masing penari.

Setelah tugas masing-masing penari didapat, ke enam orang anggota darmawanita inipun melakukan latihan tiap sore. Waktu yang cuma dua minggu persiapan mengepaskan gerakan, kata dia merupakan tantangan dari para penari. Selain mesti menghapal gerakan, puasa bulan syawal yang dijalankan teman-teman dianggap jadi ibadah pada proses pengompakan tarian Cidayu ini.

Menurutnya tak mudah menyatukan gerak tarian tiga etnis ini. Apalagi teman-teman penari Darmawanita dominasi umur di atas 40 tahun ke atas dan basicnya bukan penari. Meski begitu mereka tak menyerah. Berbekal sedikit dasar tarian, waktu dua minggu itupun dimanfaatkan maksimal buat persiapan lomba. “Dua minggu ini begitu berat. Namun teman-teman menjalaninya dengan enjoy,” ungkapnya.

Setelah gerakan tarinya dianggap pas, satu hari disiapkan buat pengambilan video klip buat dikirim untuk lomba tingkat nasional. Mepetnya waktu kata dia mengharuskan semua dilakukan dengan cepat.

“Jam lima subuh teman-teman sudah berkumpul di kantor BKKBN. Ada beberapa lokasi yang jadi tempat pengambilan gambar tari. Selain di Radankg dan museum, promanade waterfront city jadi pilihan,” ungkapnya.

Euis melanjutkan ada belasan kali take pengambilan gambar dilakukan dilokasi yang telah ditentukan. Itu tak membuat semangat teman-teman turun. Al hasil, pukul enam sore semuanya selesai dan gambar-gambar yang telah diambil itupun masuk proses editing untuk diselesaikan dan segera dikirim ke pusat.

Puncaknya pada Kamis (4/7) malam, kabar gembira itu didapat tim tari Darmawanita Kalbar. Pengumuman kemenangan ini langsung disampaikan oleh Ketua DWP BKKBN, Dwikisworo Hasto Wardoyo, di Kalsel pada perayaan Harganas ke 26.

Usai mendapati juara, iapun memiliki ide untuk melakukan sosialisasi program KKBPK melalui wadah seni tari. “Ini sudah saya sampaikan pada Kaper BKKBN. Tanggapanya juga positif,” tutupnya tersenyum.(**)

Read Previous

GenRe Bantu Program Peningkatan SDM Inisiasi Presiden

Read Next

Kusmana Lepas Rombongan Tim BKKBN Banjarbaru-Pontianak Melalui Darat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular