Dua Pembobol Rumah Diringkus Polisi

KONFERENSI PERS : Kapolsek Delta Pawan, IPTU Chandra Wirawan, menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus curat di wilayah Delta Pawan, kemarin (17/9). AFI/PONTIANAKPOST

Satu Buron

KETAPANG – Dua spesialis pembobol rumah berhasil ditangkap jajaran Polisi Sektor Delta Pawan pada Minggu (6/9). Keduanya merupakan residivis yang baru keluar dari penjara. Selain meringkus dua pelaku, Muhammad Taufik (30) dan Feriyadi (30), polisi masih memburu satu pelaku lainnya.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono, melalui Kapolsek Delta Pawan, IPTU Chandra Wirawan, mengatakan penangkapan kedua pelaku ini berdasarkan laporan dari salah satu korban yang rumahnya dibobol oleh pelaku pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 20.30 WIB. “Rumah korban yang rumahnya dibobol beralamat di Kelurahan Mulia Baru Kecamatan Delta Pawan,” katanya saat menggelar konferensi pers di halaman Mapolsek Delta Pawan, kemarin (17/9).

Dia menjelaskan, menindaklanjuti laporan tersebut pihaknya langsung bergerak cepat. Tidak sampai 24 jam, pihaknya berhasil meringkus salah satu pelaku yaitu, M Taufik. Taufik berhasil ditangkap pada Minggu (6/9) sekitar pukul 21.00 WIB di kediamannya yang terletak di Desa Sukabangun Kecamatan Delta Pawan.

Chandra mengungkapkan, Taufik terpaksa diberikan tembakan karena, berusaha melarikan diri. “Dari tersangka Taufik ini kita berhasil mengamankan semua barang bukti hasil kejahatan dan diketahui ada keterlibatan satu tersangka lain yaitu, Feriyadi, yang juga berhasil kita amankan pada Rabu (16/9) sekitar pukul 16.00 WIB di kediamannya di Kelurahan Kauman Kecamatan Benua Kayong,” ungkapnya.

Chandra menambahkan, kedua pelaku merupakan residivis yang sudah beberapa kali keluar masuk penjara dengan kasus tindak pidana yang sama. Bahkan, tersangka M Taufik sudah tiga kali masuk penjara. Terakhir, dia baru keluar penjara pada 17 Agustus 2020. “Saat ini kami masih melakukan pengembangan, karena masih ada satu pelaku yang masih dalam pencarian,” tegasnya.

Chandra menerangkan, barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku di antaranya satu unit sepeda motor, dua unit laptop, satu unit handphone, tiga buah jam tangan, satu pasang sendal, satu buah tas gendong, satu buah tas selempang dan satu buah hard disk. “Untuk barang bukti sudah kita amankan nanti setelah proses sidang selesai maka bisa dikembalikan kepada pemilik,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu tersangka, M Taufik (30), mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut. Dia mengaku terpaksa melakukan pencurian akibat kebutuhan ekonomi. “Saya menyesal. Ini dilakukan sebab keperluan ekonomi. Anak saya sudah dua, namun tidak ada kerjaan sebab pasca keluar penjara mau cari kerjaan tidak dapat akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Taufik mengaku kalau dirinya sudah tiga kali masuk penjara karena kasus pencurian. Dia baru keluar dari penjara pada 17 Agustus lalu karena mendapat asimilasi. “Kemarin tidak direncanakan. Pas melihat ada rumah kosong langsung saya ajak Feri, untuk melakukan pencurian. Hasilnya belum sempat dijual, jadi belum dibagi dengan Feri,” paparnya. (afi)

error: Content is protected !!