Dua Perusahaan Sawit Disegel

kapuas hulu
LAHAN TERBAKAR: Aparat Polres Kapuas Hulu saat menyambangi lahan milik PT. Dinamika Multi Perkasa (DMP) di Desa Kenepai, Kecamatan Semitau, yang terbakar beberapa waktu lalu. DOKUMEN

PUTUSSIBAU – Setelah PT. Dinamika Multi Perkasa (DMP) di Desa Kenepai, Kecamatan Semitau, disegel Polres Kapuas Hulu, kali ini giliran PT.  Primanusa Mitra Serasi (PMS) juga mengalami nasib serupa. Penyegelan perusahaan yang terletak di Dusun Pelentar Jaya, Desa Nanga Dangkan, Kecamatan Silat Hulu tersebut, juga terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Di PT. Pirmanusa Mitra Serasi terdapat 1 hektare lahan yang terbakar,” kata Kepala Polres (Kapolres) Kapuas Hulu melalui Kasat Reskrim Iptu Siko Sesatria Putra Suma, kemarin.

Dengan disegelnya PT. PMS, maka sejauh ini dipastikan Siko, sudah ada dua perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah Kapuas Hulu disegel mereka. “Lahan yang terbakar itu milik warga, tetapi berada dalam areal perizinan perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.

Untuk lahan pada PT. Dinamika Mukti Perkasa, diungkapkan Siko, terdapat 2 hektare yang terbakar. Sedangkan di PT. Pirmanusa Mitra Serasi, yang disegel mereka sebelumnya, terdapat 1 hektare lahan yang terbakar.

Penyegelan dua perusahaan perkebunan kelapa sawit itu dilakukan mereka untuk proses penyelidikan. Dengan demikian, ditegaskan dia bahwa tidak boleh ada aktivitas apa pun para areal perusahaan yang terbakar. “Kami memeriksa beberapa saksi, baik itu dari warga, termasuk pihak perusahaan juga akan di periksa,” tuturnya.

Siko menegaskan, apabila terbukti ada pelaku pembakaran lahan di kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut, maka akan ditindak mereka sesuai aturan berlaku. “Kami tidak ada istilah tebang pilih. Apabila terbukti melanggar melakukan pembakaran lahan, maka kami tindak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Kapuas Hulu menyegel lahan milik perkebunan PT. Dinamika Multi Perkasa (DMP) di Desa Kenepai, Kecamatan Semitau, terkait karhutla. Kapolres Kapuas Hulu melalui Kasat Reskrim Iptu Siko Sesatria Putra Suma mengatakan, penyegelan lahan perkebunan ini merupakan langkah awal penyelidikan mereka terkait keterlibatan pihak perusahaan terhadap karhutla di area konsesi. “Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak perusahaan untuk saat ini kami sudah lakukan penyegelan terhadap lahan tersebut,” katanya.

Dikatakan Siko, lahan yang terbakar itu seluas 2 hektare yang merupakan milik warga, namun masuk dalam konsensi perusahaan. Menurut dia, di lokasi kebakaran lahan tersebut sudah dipasang spanduk larangan beraktivitas dan dipasang garis polisi. “Selama proses penyelidikan tidak boleh ada aktivitas apa pun di lahan yang sudah terbakar itu,” ucap Siko.

Ia mengatakan dalam penanganan kasus tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan saksi ahli. Saksi ahli yang dimaksud dia seperti dari pihak Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perkebunan, Lingkungan Hidup, hingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

“Beberapa barang bukti sudah kami amankan, kemudian melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk pihak perusahaan. Apabila terbukti, maka kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (arf)

loading...