Dua Tahun Berlalu, Tagih Janji Politik Gubernur

RUSAK PARAH: Kondisi kerusakan jalan sepanjang Sukadana – Siduk merupakan ruas jalan milik Pemerintah Provinsi Kalbar di Kayong Utara, sampai kini belum kunjung diperbaiki. ISTIMEWA.

SUKADANA – Janji politik Gubernur Kalbar Sutarmidji akan memperbaiki kerusakan ruas jalan Provinsi Kalbar di Kayong Utara, ditagih warga. Ketua Lembaga Pengawal Pelaksana Pembangun Kabupaten Kayong Utara (LP3KKU) Abdul Rani menyampaikan keluh kesah tersebut.

Dia mengingatkan kembali janji politik Gubenur Sutarmidji untuk melakukan perbaikan kerusakan ruas-ruas jalan di Kabupaten Kayong Utara. Janji tersebut diakui Rani, disampaikan Sutarmidji saat melakukan kampanye ke Kabupaten Kayong Utara menjelang Pemilihan Gubenur Kalbar hampir 2 tahun lalu.

“Kita menuntut janji-janji kampanye Sutarmidji saat minta pilih menjadi Gubenur. Yang semestinya, jalan Kayong Utara, Ketapang, menjadi prioritas pembangunan. Ini hanya dianggarkan 2,6 miliar (rupiah), itu kan tidak cukup,” terang Rani, Minggu (18/10) di Sukadana

Diakui Rani kondisi ruas jalan di Kabupaten Kayong Utara menjadi akses penghubung dari Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, serta Kabupaten Ketapang. Truk bermuatan berbagai macam kebutuhan bahan pokok, diakui dia, sering melintas di ruas jalan Kayong Utara yang masih berstatus jalan Provinsi. Hal yang menurut dia berbeda dengan akses jalan Ketapang yang sudah naik status menjadi jalan nasional, sehingga beban angkutan dapat menahan beban lebih besar.

Dampak kerusakan jalan di Kabupaten Kayong Utara ini diakui Rani begitu besar kepada masyarakat yang melintas. Karena, diingatkan dia bahwa akses jalan milik Pemerintah Provinsi ini menjadi satu-satunya ini sudah banyak memakan korban. Dimisalkan dia seperti truk ekspedisi  yang terguling, rusaknya kendaraan pribadi milik masyarakat, hingga korban kecelakaan.

“Untuk jerusakan jalan ini bisa menimbulkan kenaikan harga barang kebutuhan bahan pokok, karena biaya angkutan akan disesuaikan. Saran kita, untuk menjaga kondisi jalan kita agar tidak semakin rusak parah, kita sarankan untuk ekspedisi yang ingin ke Ketapang jangan melintas di jalan Kayong Utara, lewat Tayan dulu, sambil menunggu perbaikan oleh Pemerintah Provinsi,” jelasnya.

Sejumlah warga Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, melakukan aksi gotong royong perbaikan ruas jalan Provinsi yang berlubang di Sukadana, Rabu (14/10). Sebelumnya, di lokasi tersebut pernah terjadi kecelakaan, dan pengendara harus dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Desa Sutera Ripa’i mengatakan, gotong royong tersebut merupakan bentuk kesadaran pihaknya akan kepedulian jalan yang rusak di Kayong Utara. Hal ini dilakukan mereka dengan cara swadaya, desa maupun masyarakat. Selain itu, pada kegiatan tersebut turut diikuti oleh Bhabinkamtibmas Polsek Sukadana.

“Jalan lubang-lubang ini memang harus ditutup. Takutnya ada korban-koran lain. Saya selaku kepala desa inisiatip untuk menutup lubang ini.  Ini juga tentang Kayong Utara  merupakan program kabupaten,” katanya di Sukadana.

Selain di lokasi tepatnya depan perkantoran, Jalan Bhayangkara ini juga dilakukan di titik lain, yang masih masuk dalam kawasan Desa Sutera. “Lokasi lain juga ada dilakukan perbaikan. Kami dari desa sutera setiap ada komando dari Camat atau Bupati kami tetap turun,” lanjut dia.

Dijelaskan Ripa’i, dana yang ada digunakan untuk perbaikan merupakan swadaya, ada juga dari desa biaya makan dan minumnya termasuk  untuk membeli semen dan pasir. Kegiatan ini dilakukan menurut Kades, melihat rusaknya jalan agar jangan sampai melebar.

“Paling tidak untuk mencegah, karena ini juga musim hujan, air tergenang. Tapi ini bukan karena ada korban,” lanjut Kades.

Sementara,  satu di antara aktivis sosial Kayong Utara, Juminggu mengharapkan peran serta Pemda Kabupaten Kayong Utara dan DPRD dapat segera mendesak Pemerintah Provinsi melalui dinas PUPR Provinsi Kalbar. “Bagian anggaran yang ada tentunya untuk lebih mengedepankan keselamatan nyawa penggunaan jalan raya dibanding kepentingan truk angkutan umum.  Mungkin jalan Tanjung Gunung, Siduk sudah menjadi prioritas (Pemerintah) Provinsi,  setidaknya ada  beberapa unit alat berat melakukan perbaikan jalan Teluk Batang – Sukadana tampal sulam.  Jujur, kami masyarakat juga terbatas dalam hal ini, mulai dari keuangan sampai tenaga, ” katanya.

Ia menambahkan,  dalam enam bulan terakhir warga Kayong Utara berserta pemerintah daerah giat melakukan gotong royong dengan dana swadaya, dengan alat seadanya, di mana hanya bisa bertahan tiga hari. “Dari gotong royong ini mampu bertahan tiga sampai empat hari, jalan yang diperbaiki hancur kembali, mengingat musim penghujan,” tutupnya.

Bupati Kayong Utara Citra Duani sebelumnya berharap peningkatan status jalan Provinsi di Kayong Utara dapat disetujui oleh pihak Kementerian PUPR menjadi jalan nasional. Hal tersebut, menurut Citra, demi kelancaran transportasi dan percepatan pembangunan daerah.

“Sehingga beban Provinsi semakin ringan, karena ini dananya sangat besar, dari Ketapang Siduk statusnya sama dengan Siduk – Teluk Batang menjadi nasional. Termasuk jalan perawas harapannya dapat menjadi jalan nasional,” terang Bupati di Sukadana, Jumat (9/10) di Sukadana.

Kemudin, kata Citra, untuk angkutan ekspedisi dapat lancar, seiring dari itu proses pembangunan sudah dilakukan oleh Provinsi pembangunan jalan dan pemerliharaan jalan. “Sehingga jalan-jalan rusak yang parah-parah ini kita gunakan pemeliharaan jalan, suasana pun tetap kondusif dan kita mengajukan status jalan ini dapat disetujui oleh Kementerian PUPR, supaya jalan Siduk – Teluk Batang dapat menjadi jalan nasional,” tambah Bupati. (dan)

error: Content is protected !!