Duel Adu Gengsi

honda dbl

INISIATIF : SMA Santu Petrus Pontianak langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga saat berhadapan dengan SMA Immanuel Pontianak | FOTO : MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

  • Petrus Sudahi Immanuel
  • SMAN 2 Tundukkan SMAN 1

Babak perempat final, babak seru. Duel seru di babak perempat final Honda DBL West Kalimantan Series 2019, Rabu (6/11) tersaji ketika sang juara bertahan SMA Santu Petrus berhadapan dengan SMA Immanuel Pontianak, serta SMA Negeri 1 Pontianak berhadapan melawan SMA Negeri 2 Pontianak.

Kemarin, SMA Santu Petrus Pontianak langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga. Waktu baru berjalan setengah menit, SMA Santu Petrus sudah berhasil mencetak poin.

Dengan permainan cepat bola drive dan fast break yang diperagakan  SMA Santu Petrus berhasil membuat pertahanan SMA Immanuel Pontianak kewalahan. Situasi tersebut membuat SMA Immanuel sulit untuk mengembangkan permainan di kuarter pertama. Alhasil kuarter pertama ditutup dengan skor 19-02 untuk keunggulan SMA Santu Petrus.

Di awal kuarter kedua, SMA Santu Petrus menerapkan man to man defense, yang mana membuat permainan menjadi lebih terbuka. Namun pola tersebut justru sulit ditembus oleh pemain SMA Immanuel, sehingga SMA Immanuel banyak melakukan percobaan tembakan tiga angka. Menjelang berakhirnya kuarter kedua, permainan kedua tim semakin bermain terbuka, dengan jual beli serangan dan tembakan tiga angka. Kuarter kedua ditutup dengan skor 24-07.

Kuarter ketiga Immanuel yang didukung ratusan supporternya yang hadir di GOR Perbasi, mencoba mengejar ketertinggalan, terlihat dari banyaknya percobaan tembakan tiga angka dan defense yang semakin rapat. Akan tetapi strategi tersebut, membuat SMA Immanuel melakukan banyak melakukan pelanggaran di daerah sendiri, yang menjadi keuntungan bagi SMA Santu Petrus yang banyak mendapatkan free throw. Skor menjadi 35-07 diakhir kuarter ketiga untuk keunggulan SMA Santu Petrus.

Di kuarter terakhir kedua tim kembali bermain terbuka dan membuat SMA Immanuel memperkecil ketertinggalan. Namun skor yang cukup jauh tidak dapat dikejar lagi. Skor akhir 51-12 untuk kemenangan SMA Santu Petrus, membuat lolos ke babak semifinal.

Pelatih SMA Santu Petrus Ariandika mengatakan, tim asuhannya bermain lebih siap dari pertandingan perdana. “Lawan juga cukup berat dan merupakan lawan di final dua tahun lalu, jadi kita lebih utamakan defense. Untuk offense kendalanya masih sama dengan pertandingan sebelumnya yaitu di shooter nya masih kurang,” tutur Ariandika

Menurutnya, anak asuhannya sudah menjalankan taktik defense dengan baik, namun belum dengan offense. “Kita juga ada kendala soal regulasi respect the game, yang mana kita harus didalam lingkaran, sehingga lawan bisa menembak. untuk lawan di semifinal pasti ada perubahan dan evaluasi yang akan di perbaiki nantinya,”ungkapnya.

Sementara pelatih SMA Immanuel Sudarno mengungkapkan, anak asuhnya bermain di bawah performa karena faktor kelelahan. “Defense kita juga banyak lepas tadi. Sebelumnya saya juga tekankan di defense, yang penting kita sudah berusaha maksimal,” ucap dia.

Ia mengatakan sudah mengintruksikan untuk melakukan tembakan tiga angka, karena diuntungkan dengan adanya respect the game, namun anak-anak sudah kelelahan dan tampil dibawah performa, “Yang biasanya masuk jadi tidak masuk di pertandingan kali ini”.

Duel seru juga tersaji antara SMA Negeri 1 Pontianak berhadapan dengan  SMA Negeri 2 Pontianak. Didukung oleh masing-masing ratusan supporter yang hadir di GOR Perbasi, membuat tensi pertandingan tinggi sejak awal laga.

Saling berbalas poin sudah tersaji di kuarter pertama, dimana ditutup dengan skor 12-12 di akhir kuarter pertama. Di kuarter kedua, saling mengejar skor masih terjadi, namun diakhir kuarter kedua SMA Negeri 2 Pontianak berhasil unggul satu poin 16-14 untuk keunggulan SMA Negeri 2 Pontianak.

Di kuarter ketiga, SMA Negeri 1 Pontianak terus melakukan serangan di pertahanan SMA Negeri 2 Pontianak. Akan tetapi rapatnya pertahanan SMA Negeri 2 Pontianak sulit ditembus oleh SMA Negeri 1 Pontianak. Hal ini dimaksimalkan oleh SMA Negeri 2 Pontianak, dengan bermain efektif lewat fast break, dan berhasil mendulang poin. Kuarter ketiga ditutup dengan skor 24-18.

Di kuarter keempat, SMA Negeri 1 Pontianak kembali mengambil inisiatif serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun lagi-lagi defense yang ditampilkan SMA Negeri 2 Pontianak cukup solid, dan membuat permainan SMA Negeri 2 Pontianak menjadi lebih lepas serta efektif. Skor akhir 37-27 untuk kemangan SMA Negeri 2 Pontianak.

“Dua pemain utama yang di posisi bawah saya cedera, bisa dilihat dipertandingan hari ini defense nya seperti apa. Akan tetapi itu bukan alasan, kita sudah berusaha namun jalannya seperti ini kita terima. Yang namanya main harus siap menang dan siap kalah,”ucap pelatih SMA Negeri 1 Pontianak, Aridoni.

Di kesempatan yang sama, kapten SMA Negeri 2 Pontianak Uray Riski mengungkapkan, pelatih hanya menyarankan bermain senyaman tim, dan menekan defense. “Untuk offense, pelatih menyerahkan sepenuhnya kepada kami,”ungkap Uray.

“Saya juga salut dengan teman-teman karena bermain dengan porsinya masing-masing. Misalnya yang jago defense tidak memaksakan untuk offense, begitu juga sebaliknya. Selain itu yang shooting nya masih kurang, bisa menahan hal tersebut dan mendelay permainan,” ucapnya.

Di pertandingan semifinal, Uray mengatakan akan menyiapkan fisik dan mental untuk menghadapi SMA Santu Petrus. (var)

Read Previous

Ekpedisi MKJP Kubu Raya-Kapuas Hulu Berhasil Terpasang 211 Akseptor

Read Next

Tampil Dengan Konsep Berbeda di Setiap Penampilan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *