Dugaan Korupsi APBDes Semerangkai; Terdakwa dan BB Diserahkan ke Penuntut Umum

SANGGAU – Dugaan korupsi ABPDes Semerangkai Tahun Anggaran (TA) 2018 dengan nilai mencapai Rp317,8 juta (Total APBDes Rp1,2 miliar) telah ditahap dua oleh penyidik polri ke penuntut umum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau. Demikian dibenarkan Kasi Intelijen Kejari Sanggau, Rans Fismy, Jumat (16/10).

Dikatakannya, ada tiga terdakwa yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum terkait pengelolaan keuangan desa. Ketiga terdakwa adalah AG (Seorang ASN) selaku Pj. Kepala Desa, HK selaku Sekretaris Desa Semerangkai dan AFIS selaku Bendahara Desa Semerangkai.

“AG diduga telah menikmati anggaran Rp244,3 juta (Telah dikembalikan senilai Rp17 juta). Kemudian, HK diduga telah menikmati anggaran Rp43,5 juta (Telah dikembalikan seluruhnya). Lalu, AFIS diduga telah menikmati anggaran desa senilai Rp29,9 juta (Telah dikembalikan seluruhnya),” jelasnya.

Ketiga terdakwa, lanjut dia, diduga telah melakukan tindak korupsi APBDes dalam rentan Bulan Juni–Desember 2018 dan membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBDes Semerangkai Tahun Anggaran 2018 yang tidak sesuai dengan realisasinya.

“Dalam kasus ini telah terjadi kerugian negara dan daerah dalam hal ini Pemkab Sanggau berdasarkan LHP dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara atau daerah senilai Rp317,8 juta yang digunakan untuk kepentingan pribadi para terdakwa,” terang dia.

Akibat perbuatannya, para terdakwa dijerat dengan pasal 2 ayat (1) Undang–undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang–undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang–undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto pasal 55 ayat (1) ke–1 KUHPidana juncto pasal 64 ayat (1) KUHPidana dan pasal 3 Undang–undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang–undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang–undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto pasal 55 ayat (1) ke–1 KUHPidana juncto pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Untuk penahanan, para terdakwa menjalani penahanan di dua tempat yakni satu terdakwa di Rutan klas II B Sanggau dan dua lainnya di Mapolres Sanggau,” ujarnya. (sgg)

error: Content is protected !!