Dukung Pembangunan Rumah Adat Menua Asal Tampun Juah

KUNJUNGAN: Ketua DRPD Landak Heri Saman menerima kunjungan Institut Dayakologi Pontianak, Rabu (20/1).

NGABANG – Ketua DPRD Kabupaten Landak Heri Saman mendukung upaya pembangunan Rumah Adat Menua Asal Tampun Juah. Rencananya rumah adat tersebut akan dibangun di Segumun, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, berdasarkan kesepakatan bersama oleh komunitas terkait.

“Kita sangat mendukung adanya kegiatan ini, apalagi sudah mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi dalam hal ini oleh Gubernur Kalimantan Barat, apa yang menjadi kontribusi kita nanti akan kita bicarakan lebih lanjut,” ungkap Heri saat menerima kunjungan dari Institut Dayakologi beserta panitia pembangunan Rumah Adat Menua asal Tampun Juah, di ruang kerjanya dalam rangka koordinasi adanya pembangunan Rumah Adat Menua Asal Tampun Juah, Rabu (20/1).

Tampun juah merupakan lokasi keramat asal usul suku dayak. Terdapat sekitar 130 subsuku dayak yang menyatakan diri dari tampun juah, enam diantaranya dari Kabupaten Landak yaitu Angan, Pantu, Rantauan, Sapatoi, Sengkunang dan Suti.

Di Kalimantan Barat sendiri ada sembilan kabupaten yang beberapa subsukunya masuk di Komunitas Tampun Juah, yaitu Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang.

Berdasarkan penelitian dari Institut Dayakologi untuk sementara ini hanya sebatas Kalimantan Barat. Selanjutnya daerah lain seperti Kalteng, Kalsel, Kaltim dan Kaltara belum diketahui, karena belum dilakukan penelitian di sana.

Sementara itu, staf Institut Dayakologi Pontianak Oktapianus mengatakan, kehadiran mereka antara lain meminta dukungan kepada Pemda Landak, DPRD Landak dan DAD Landak.

“Kami mohon adanya partisipasi dari semua pihak yang ada di Kabupaten Landak terutama Pemda Landak, DPRD Landak dan DAD Landak terhadap pembangunan Rumah Adat Menua asal Komunitas Tampun Juah ini, sehingga nantinya dapat berjalan sesuai yang diharapkan,” harapnya. (mif)

NGABANG – Ketua DPRD Kabupaten Landak Heri Saman mendukung upaya pembangunan Rumah Adat Menua Asal Tampun Juah. Rencananya rumah adat tersebut akan dibangun di Segumun, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, berdasarkan kesepakatan bersama oleh komunitas terkait.

“Kita sangat mendukung adanya kegiatan ini, apalagi sudah mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi dalam hal ini oleh Gubernur Kalimantan Barat, apa yang menjadi kontribusi kita nanti akan kita bicarakan lebih lanjut,” ungkap Heri saat menerima kunjungan dari Institut Dayakologi beserta panitia pembangunan Rumah Adat Menua asal Tampun Juah, di ruang kerjanya dalam rangka koordinasi adanya pembangunan Rumah Adat Menua Asal Tampun Juah, Rabu (20/1).

Tampun juah merupakan lokasi keramat asal usul suku dayak. Terdapat sekitar 130 subsuku dayak yang menyatakan diri dari tampun juah, enam diantaranya dari Kabupaten Landak yaitu Angan, Pantu, Rantauan, Sapatoi, Sengkunang dan Suti.

Di Kalimantan Barat sendiri ada sembilan kabupaten yang beberapa subsukunya masuk di Komunitas Tampun Juah, yaitu Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang.

Berdasarkan penelitian dari Institut Dayakologi untuk sementara ini hanya sebatas Kalimantan Barat. Selanjutnya daerah lain seperti Kalteng, Kalsel, Kaltim dan Kaltara belum diketahui, karena belum dilakukan penelitian di sana.

Sementara itu, staf Institut Dayakologi Pontianak Oktapianus mengatakan, kehadiran mereka antara lain meminta dukungan kepada Pemda Landak, DPRD Landak dan DAD Landak.

“Kami mohon adanya partisipasi dari semua pihak yang ada di Kabupaten Landak terutama Pemda Landak, DPRD Landak dan DAD Landak terhadap pembangunan Rumah Adat Menua asal Komunitas Tampun Juah ini, sehingga nantinya dapat berjalan sesuai yang diharapkan,” harapnya. (mif)

error: Content is protected !!