Dukung Penghafal Alqur’an, Salurkan Telur Tiap Bulan

SALURKAN: Gerakan Protein Santri Indonesia salurkan bantuan telur ke Pondok Tahfiz dan Pondok Yatim di sekitar Pontianak dan Kubu Raya. ISTIMEWA

Dari Gerakan Protein Santri

Gerakan Protein Santri Indonesia dari Pondok Tahfiz Millenial Maryam College ini dibentuk untuk mendukung semangat para santri dalam menghafal Alqur’an. Gerakan ini kemudian meluas mengumpulkan donasi telur untuk dibagikan ke pondok tahfiz dan pondok yatim piatu di sekitar Pontianak dan Kubu Raya.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

GERAKAN Protein Santri merupakan gagasan dari Baitul Maal Santri Indonesia, Pondok Tahfiz Millenial Maryam College untuk memberian bantuan berupa telur kepada penghafal Alquran. Ini sebagai bentuk kepedulian memenuhi kebutuhan gizi dan vitamin bagi penghafal Alqur’an.

Sebagai salah satu sumber protein, telur menjadi salah satu alternatif infaq yang terjangkau, tahan lama, serta memudahkan pendistribusiannya. Manfaatnya juga baik untuk dikonsumsi.

Rini Prihastasi, Direktur Baitul Maal Santri Indonesia (BMSI) saat berkunjung ke Pontianak Post, Rabu (26/2) mengatakan saat ini masih fokus pada telur, tidak menutup kemungkinkan ke depannya akan bertambah pada sumber protein lain, seperti ayam, ikan dan lainnya.

Program ini telah berjalan sejak September 2019. Lewat program ini telah mendistribusikan lebih kurang 50 ribu butir telur ke berbagai pondok tahfiz  dan pondok yatim piatu secara gratis di wilayah sekitar Pontianak  dan Kubu Raya.

Di seri ke-6, jumlah donatur sebanyak 500 orang. Donatur ini bukan hanya donatur untuk gerakan ini saja, tetapi juga donatur keseluruhan untuk program yang ada di BMSI.

“Kami gerakkan dari wa pribadi, media online kami di Instagram Baitulmaal Santri Indoensia, Gerakan Protein Santri, Pondok Tahfiz Millenial Maryam College, dan FB fanpage,  relasi kami, paling tidak donasi itu sekitar 18 jutaan per bulan. akhir-akhir ini bisa mengumpulkan 23 sampai 24 jutaan,” jelasnya.

Awalnya, gerakan ini bisa membina 11 pondok pesantren.  Namun, melihan kondisi donasi yang masuk fluktuatif, maka sebaran bantuan juga disesuaikan dengan kondisi keuangan.

“Kami prioritaskan ni pondok-pondok mana saja, tapi  sekitar tiga bulan terakhir kami Alhamdulillah Istiqomah di angka 20 pondok yang kami bina,” jelasnya.

Menurut dia, kebutuhan telur mencapai 13.500 hingga 14.000 butir telur setiap bulannya. Masing-masing pondok pesantren mendapatkan bantuan berbeda-beda. Ini disesuaikan dengan jumlah santri yang ada. Mulai dari 300 hinggga 1000 butir per pondok.

Fitriska Rahmadiansari, Publik Executive BMSI mengatakan, pengurus GPS ini juga melakukan gerakan jemput donasi dan sosialisasi di kawasan Car Free Day setiap minggunya. Di lapak ini, mereka menjual telur seharga Rp 25 ribu per paketnnya. Satu paket berisi 10 telur dan sudah termasuk infaq. Beberapa bulan berjalan, lapak ini mulai dikenal masyarakat.

“Tidak hanya telur saja tetapi kami juga ada Iqra Challenge dari santriwati Maryam College. Mengajar mengaji, perbaikan tajwid, dan tahsin.  Kemudian ada juga bagi-bagi air jahe dan infused water gratis.  Kami juga menjual produk herbal dan serbuk buatan santri,” jelasnya. (*)

 

Read Previous

Selesaikan Piutang Negara Macet

Read Next

Masih Potensi Hujan Ekstrem

2 Comments

  • Alhamdulillah..Barakallah..semoga gerakan protein santri ny dapat berjalan lancar terus menerus.

  • Alhamdulillah..
    Barakallah.. smoga semakin banyak donatur2 baru bisa bergabung dan ambil bagian memuliakan anak2 yatim, dhuafa dan para penghapal Quran..
    Aamiin yaa rabbal alamin..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *