Ekonomi Kalbar Masih Resesi

Mohamad Wahyu Yulianto

PONTIANAK – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat akhirnya diumumkan. Belum sesuai perkiraan pada triwulan I tahun tahun ini ekonomi provinsi ini masih lebih rendah dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Ekonomi pada Januari-Maret 2021 turun sebesar 0,11 persen dibanding Oktober-Desember 2020. Sementara dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu, ekonomi Kalbar terkontraksi minus 0,10 persen saja. Namun angka ini lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang minus 0,74 persen.

Meskipun begitu, terdapat beberapa sektor yang masih tumbuh positif, seperti jasa kesehatan dan kegiatan sosial, pengadaan air, dan informasi dan komunikasi yang masing-masing tumbuh 61,44 persen, 5,55 persen dan 5,51 persen.

Struktur PDRB Kalimantan Barat menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2021 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Pertanian, kehutanan, dan perikanan; industri pengolahan; perdagangan besar-eceran; reparasi mobil-sepeda motor; dan konstruksi masih mendominasi PDRB Kalimantan Barat.

“Masing-masing lapangan usaha tersebut berkontribusi sebesar 24,00 persen, 16,30 persen, dan 12,66 persen. Bila dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat triwulan I-2021 (y-on-y), pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,07 persen, diikuti jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 0,92 persen; dan industri pengolahan sebesar 0,45 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalbar, Mohamad Wahyu Yulianto, Rabu (5/5) kemarin.

Adapun dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2021 terhadap Triwulan I-2020 (y-on-y) hanya terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa dan pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT), yaitu sebesar 5,25 persen dan 0,89 persen.

Sedangkan komponen lainnya mengalami kontraksi. “Kontraksi paling dalam terjadi pada komponen impor barang dan jasa sebesar 40,37 persen diikuti komponen pengeluaran konsumsi pembentukan modal tetap bruto (PK-PMTB) kontraksi sebesar 2,56 persen; komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) kontraksi sebesar 1,50 persen; dan komponen konsumsi pemerintah (PK-P) kontraksi sebesar 0,34 persen,” papar Wahyu.

Secara triwulanan, ekonomi Kalimantan Barat triwulan I-2021 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 0,11 persen. Walaupun penurunan terjadi di hampir semua kategori, tetapi beberapa kategori lapangan usaha masih menunjukkan pertumbuhan positif. Seperti lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mengalami pertumbuhan sebesar 16,74 persen. Hal ini dipengaruhi faktor musiman, di mana pada triwulan 1 merupakan masa panen raya komoditas tanaman bahan makanan dan hortikultura.

Sementara itu pada catatan pertumbuhan ekonomi nasional, ekonomi juga masih negatif pada kuartal I-2021. BPS mencatat, perekonomian di tiga bulan pertama tahun ini minus 0,74% yoy.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat Rp 3.969,1 triliun. Kemudian, bila dilihat atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat Rp 2.683,1 triliun. Dengan begitu, maka ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi 0,74% yoy, dan secara kuartalan turun 0,96% qtq.

Namun secara pola, ekonomi menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang semakin nyata. Pasalnya, bila dibandingkan dengan tahun lalu, pertumbuhan ekonomi konsisten mengalami perbaikan. Dimulai dari kuartal II-2020 yang pada waktu itu ekonomi tertekan hingga minus 5,32% yoy, mulai membaik pada kuartal III-2020 yang minus 3,49% yoy, dan kuartal IV-2020 kontraksi kembali mengecil menjadi minus 2,19% yoy. (ars)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!