Ekosistem Sekolah sebagai Mitra Orang Tua

Norlailati, S.Pd.SD.

Norlailati,  S.Pd.SD.*

PENDIDIKAN adalah upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup baik yang bersifat manual individual maupun sosial (Sagala, 2006 : 1).

Upaya sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa tersebut dapat diselenggarakan dalam berbagai bentuk. Ada yang diselenggarakan secara sengaja, terencana, terarah dan sistematis seperti pada pendidikan formal, ada yang diselenggarakan secara sengaja, akan tetapi tidak terencana dan tidak sistematis seperti yang terjadi di lingkungan keluarga (pendidikan informal), dan ada yang diselenggarakan secara sengaja dan berencana, di luar lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan formal yakni melalui pendidikan non formal.

Apapun bentuk penyelenggarannya, secara umum pendidikan bertujuan untuk membantu anak-anak atau peserta didik mencapai kedewasaannya masing-masing, sehingga mereka mampu berdiri di lingkungan masyarakatnya. Peranan guru sangat menentukan dalam usaha peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu guru sebagai agen pembelajaran dituntut untuk mampu menyelenggarakan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya, dalam kerangka pembangunan pendidikan.

Guru mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam pembangunan bidang pendidikan, dan oleh karena itu perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat. Perkembangan ini berawal dari ekosistem sekolah sebagai mitra orangtua dalam memberikan kepercayaan anaknya untuk menempuh pendidikan dan pengajaran.

Dalam istilah biologi ekosistem bermakna lingkungan yang merupakan interaksi antara komponen biotik dan abiotic. Dalam ekosistem pendidikan dimaknai adanya interaksi manusia terhadap lingkungan tempat tinggal . Dalam pengertian bahwa manusia di sekolah mengandung makna pembelajar. Disebut pembelajar karena setiap orang bisa belajar dimana saja, dengan siapa dan kapan saja. Dari lingkungan rumah. masyarakat, tempat kerja dan juga sekolah. Ekosistem pendidikan mengarah kepada bagaimana memanagen seluruh keberadaan yang terdapat di sekolah. Warga sekolah, dari lingkungan abiotik hingga biotik. Lingkungan interaksi manusia dengan manusia, dan juga manusia dengan lingkungan dan alam sekitar.

Ketika dalam ekosistem pendidikan di sekolah tersebut sehat dan baik. Maka sejatinya akan menghasilkan sumberdaya manusia yang hebat dan tangguh. Untuk menghasilkan nya diperlukan kepemimpinan dan juga jiwa motivator yang hebat. Pendidikan karakter yang baik ditanamkan dan diteladankan dari orang yang tergabung dalam ekosistem pendidikan yang sehat.

Pendidikan karakter terbentuk menjadi manusia dengan kualitas sumberdaya manusia yang kreatif. Inovatif dan kritis dalam berpikir. Kepala Sekolah, guru dan juga murid berkolaborasi dalam menghasilkan lingkungan pendidikan yang kondusif. Ekosisitem pendidikan melalui salah satu lembaga sekolah menjadi mitra penghubung orangtua dengan pemahaman pendidika. Sekolah menjadi ruang diskusi untuk orangtua terhadap perkembangan pendidikan anaknya.

Orangtua merasa memberikan kepercayaan dalam pengasuhan pendidikan sekolah yang dirasa dapat membentuk karakter baik dalam perkembangannya. Orangtua berusaha menciptakan hubungan kondusif dan berharap sekolah memberikan pendidikan yang berkelanjutan dalam sistem yang professional. Mendidik dan menciptakan generasi tangguh dan berdaya. Oleh karenanya pendidikan di lingkungan dengan ekosistem yang kondusif akan mengubah karakter seseorang menjadi tangguh.

Karakter yang baik dan professional pada bidangnya, bahkan juga dari yang tak baik menjadi baik. Sebuah proses penanaman budi pekerti dalam lingkungan ekosistem pendidikan yang sehat, mempengaruhi hasil dan kualitas setiap sumberdaya manusia. Ditempa dalam kebaikan dan didik serta dibesarkan dengan bimbingan kebaikan. Arah kehidupan yang menciptakan generasi yang paham akan masadepan yang cerah.

Sekolah  menjadi pendidikan kedua bagi anak-anak, tentunya dari sekolah inilah akan membentuk sikap karakter siswa serta membantu siswa dalam mengembangkan bakat dan minatnya,oleh sebab itu maka sekolah juga berperan memberikan pendidikan karakter yang baik melalui guru sebagai motivator dan fasilitator disekolah dalam membentuk generasi selanjutnya.  Peran guru dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), harus memilliki kompetensi yang cukup baik dengan mengedepankan pendidikan karakter dalam menciptakan generasi milenials menjadi generasi yang tetap memilliki nilai-nilai,norma dan kaidah kaidah yang baik dari segi kemanusiaan,sosial dan relijius. Ekosistem pendidikan yang baik akan membangun pendidikan karakter yang bermakna.

Pendidikan dan pembentukan karakter merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan seseorang, karena karakter menjadi salah satu penentu kesuksesan seseorang. Oleh karena itu, karakter yang kuat dan positif perlu dibentuk dengan baik dan dilakukan secara terus menerus. Pendidikan tak cukup hanya untuk membuat anak menjadi pandai, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai–nilai luhur atau karakter yang baik .

Pendidikan yang membangun kompetensi dalam hubungan pembelajaran abad 21 yang menuntut peserta didik memiliki ketrampilan,pengetahuan dan kemampuan  dibidang teknologi, media informasi ketrampilan pembelajaran inovasi dan kecakapan hidup. Lembaga pendidikan dapat menciptakan sebuah pendekatan pendidikan karakter melalui kurikulum, penegakan disiplin, manajemen kelas, maupun melalui program–program pendidikan yang dirancangnya.

Mengingat pendidikan karakter dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang kuat, maka perlunya pendidikan pembentukan karakter sebagai  sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Oleh karena itu perlu strategi yang tepat untuk mencapai tujuan dari pendidikan.

Adanya kebijakan dan juga kurikulum pendidikan  bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

Melalui banyak pilar pendidikan yang dilaksanakan dengan berpihak atas kemerdekaan murid dan warga sekolah. Untuk menyediakan segala hal tentang pendidikan yang bisa membangun ekosistem sekolah untuk mewujudkan generasi milenial yang berdaya. Dan menghasilkan manusia Indonesia yang cerdas dan berakhlak mulia.

*Guru SDN 22 Kedakas Tayan Hulu

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!