Eksekusi Bangunan di Jalan Dr Sutomo Diwarnai Adu Mulut

SEMPAT ADU MULUT: Eksekusi rumah dan bangunan seluas 356 M2 di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat, Kamis (6/8) oleh Pengadilan Agama Singkawang diwarnai adu mulut antara kedua belah pihak yang berperkara.

SINGKAWANG—Eksekusi rumah dan bangunan seluas 356 M2 di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat, Kamis (6/8) oleh Pengadilan Agama Singkawang diwarnai adu mulut.

Hal tersebut terjadi antara kuasa hukum Agustinus Leonard Papilaya, Mulyadi Umar (kuasa hukum pemohon eksekusi Nurhidayati) dan Marsum selaku kuasa hukum H. Abdullah Manaf. Aksi adu mulut ini terjadi usai mendengarkan penetapan eksekusi yang dibacakan Marlina, Panitera Pengadilan Agama Singkawang.

Panitera PA Singkawang, menyampaikan, salah satunya, eksekusi dilakukan karena sudah ada penetapan berdasarkan salinan/grosse risalah lelang nomor 242/54/2019 tanggal 21 November 2019 dari kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL) Singkawang.

Dinyatakan tanah seluas 246 M2, berdasarkan SHM No 606 atas nama Haji Abdullah Manaf berikut bangunan (rumah tinggal) diatasnya terletak di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat sudah terjual. Kepemilikannya sudah berpindah ke pemenang lelang yakni Nurhidayati, warga Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Pasiran.

Namun saat penyampaian, terhenti sejenak. Karena adanya permintaan kuasa hukum H Abdullah Manaf agar eksekusi ditunda. Alasannya, karena kasus sengketa ini diajukan kasasi ke Mahkamah Agung. “Mohon penundaan sehubungan ada beberapa hal yang memang harus diselesaikan terlebih dahulu. Pertama di situ sudah ada jawaban MA nomor berapa atas objek sengketa, itu ada,” ujar Marsum.

Namun pernyataan Marsum dijawab Panitera PA Singkawang, pihaknya menjalankan apa yang menjadi risalah lelang sesuai permohonan pemohon.

Marsum kembali merespon. Ia mengungkapkan, ada hak kliennya yang masih belum tuntas. Ditambah lagi ia menyampaikan kasus sengketa ini masih bergulir di MA. Bahkan ia menyampaikan secara tertulis apa yang menjadi keberatannya ke PA Singkawang. Hanya saja upaya mereka tidak digubris. Karena kegiatan ini merupakan eksekusi.

Namun kembali kuasa hukum H Abdullah Manaf bersikeras agar eksekusi ditunda karena menyangkut hak kliennya yang belum tuntas. Seperti persoalan informasi sementara, bahwa sisa utang yang harus dilunasi kliennya Rp100 jutaan sekian sementara objek dimaksud dijual sekitar Rp400juta sekian. “Apakah pengadilan tidak memverifikasi hal ini. Kemana uang itu disimpan, siapa yang disimpan…,” ujarnya.

Disela mengungkapkan argumennya, Agustinus Leonard Papilaya angkat bicara. Bahwa kegiatan yang saat dihadiri semua pihak bukanlah ajang debat melainkan pelaksanaan eksekusi. “Maaf saya potong ini bukan kita ruang berdebat, kalau abang (Marsum,red) silakan menempuh upaya hukum lain silakan. Jika begini tidak. Ini sudah eksekusi. Jika memang merasa keberatan silakan tempuh jalur lainnya,” ungkap Agustinus Leonard Papilaya.

Mulyadi Umar pun ikut adu argumentasi di waktu pelasanakan eksekusi. Ia mengatakan eksesusi sesuai aturan. Bahkan ia menyampaikan ke Marsum bahwa kegiatan tersebut bukan ajang debat. “Disini kok malah berdebat. Kita mau eksekusi. Baca semua itu ada UU terkait hak tanggungnya, SEMA tahun 2016nya. Ini sudah eksekusi,” jelasnya.

Sementara itu, Marlina, panitera Pengadilan Agama Singkawang mengatakan sebelum eksekusi dilakukan sudah diadakan Aanmaning atau peringatan dalam hukum perdata. Aanmaning, kata Marlina merupakan tindakan dan upaya yang dilakukan Ketua Pengadilan berupa teguran kepada pihak yang kalah agar ia melaksanakan isi putusan secara sukarela.

Selain itu ia juga menyampaikan sebagaimana apa yang disampaikan Ketua PA Singkawang dalam Aanmaning, bahwa kasasi tidak menghalangi pelaksanaan eksekusi. “Karena ada upaya hukum yang bisa ditempuh termohon eksekusi. Jika permohonan termohon dikabulkan atau hasil kasasi termohon keluar dan termohon dimenangkan maka bisa mengajukan upaya permohonan ganti rugi,” jelasnya.

Usai berdebat panjang, proses eksekusi yang dikawal ketat aparat Polres Singkawang dengan membuka tabir seng yang selama ini memagari bagunan rumah dan tanah. Serta barang barang yang ada di rumah tersebut satu per satu dipindahkan ke tempat tertentu. (har)

error: Content is protected !!