Ekspedisi Pendidikan Lingkungan di Masa Pandemi

EKSPEDISI: Para siswa diajak melakukan ekspedisi pendidikan lingkungan, mengenal, dan meidentifikasi tanaman di hutan, 10 – 12 November lalu. ISTIMEWA

KETAPANG – Pelaksanaan pendidikan lingkungan yang dilakukan Yayasan Palung tahun ini tidak seperti tahun-tahun. Yayasan Palung harus membatasi kegiatan dan meminimalisir berkumpul dengan banyak orang. Pelaksanaan kegiatan harus mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada 10 – 12 November, Yayasan Palung mengadakan serangkaian kegiatan bertajuk ekspedisi pendidikan lingkungan yang dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Dusun Pangkalan Jihing dan Dusun Bayangan, Kecamatan Nanga Tayap.

Cukup sulit memang untuk menjangkau wilayah Pangkalan Jihing dan Bayangan. Beberapa tempat di wilayah itu keadaan jalannya masih jalan tanah dan di sekeliling wilayah itu didominasi oleh lahan perkebunan sawit. Jalan yang dilalui pun sedikit banyak berdebu. Saat melakukan kegiatan ekspedisi pendidikan lingkungan tersebut Yayasan Palung didampingi Yayasan ASRI.

Di hari pertama berkegiatan dilaksanakan di Dusun Pangkalan Jihing. Kegiatan pendidikan lingkungan dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 20 Nanga Tayap. Kegiatan yang dilakukan adalah fieldtrip bersama murid-murid kelas IV – VI SDN 20 di wilayah hutan, di dusun itu. “Kami mengajak 25 orang murid dari SDN 20 Nanga Tayap yang ikut serta bersama kami mengadakan fieldtrip di hutan sekunder di dekat sekolah,” kata Petrus Kanisius, perwakilan dari Yayasan Palung.

Pada saat fieldtrip, siswa-siswi juga didampingi oleh guru mereka. Tak sekadar fieldtrip, tetapi siswa-siswi juga diajak untuk mengenal tumbuhan-tumbuhan. Dalam kesempatan belajar tentang tumbuh-tumbuhan (taksonomi tumbuhan). Siswa-siswi yang terdiri dari kelas IV – VI yang mengikuti kegiatan fieldtrip tersebut diajak untuk mengidentifikasi tumbuhan. Selanjutnya mereka mempresentasikan hasil identifikasi tumbuhan yang mereka jumpai di jalur fieldtrip.

Di hari kedua, kegiatan dilaksanakan di SDN 28 Nanga Tayap dan di SMPN 7 Satap Nanga Tayap. Di SDN 28 Nanga Tayap, ekspedisi pendidikan lingkungan diisi dengan materi tentang sampah. Pada kesempatan tersebut, siswa-siswi diajak untuk berperilaku ramah lingkungan dengan berharap mereka peduli persoalan sampah.

Sedangkan di SMPN 7 siswa-siswi diajak untuk mengidentifikasi tumbuhan. Sebelum melakukan identifikasi tumbuhan, terlebih dahulu materi dasar dasar tentang tumbuhan. Selanjutnya siswa-siswi diajak mengidentifikasi tumbuhan seksligus juga melaksanakan fieldtrip di hutan sekitar sekolah. “Malam harinya kami lanjutkan dengan pememutarkan film tentang lingkungan,” ungkapnya.

Pada waktu bersamaan, teman-teman dari Yayasan ASRI melakukan pelayanan kesehatan berupa pengobatan kepada warga di Dusun Jihing. Pengobatan tersebut dilakukan dengan sistem pembayaran tukar bibit pohon. (afi)

error: Content is protected !!