Ekspor Asap Lagi ke Malaysia

Atasi Karhutla, BNPB Kerahkan 9.072 Personel

JAKARTA – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan lagi-lagi menyebabkan transboundary haze pollution atau polusi lintas batas. Berdasar data citra satelit, sebaran asap di laman BMKG pada Minggu (8/9) pukul 11.00 WIB menunjukkan adanya sejumlah besar asap yang bergerak dari wilayah barat Provinsi Kalimantan Barat menuju ke wilayah Serawak, Malaysia.

’’Asap fluktuatif masuk ke Malaysia. Hanya pukul 11.00 WIB, setelah itu tidak terdeteksi lagi,’’ jelas Plh Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo kemarin.

Citra satelit BMKG juga memperlihatkan hot spot karhutla tersebar di wilayah perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak. Polusi tersebut sangat mungkin merupakan gabungan dari asap karhutla di dua wilayah itu. ’’Sedangkan di wilayah Singapura dan Semenanjung Malaysia tidak terdeteksi asap lintas batas dari Sumatera,’’ lanjutnya.

Agus menyatakan, BNPB dan pemda masih bekerja keras untuk memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Untuk enam provinsi yang masuk prioritas penanganan, BNPB menerjunkan 9.072 personel. Mereka akan berpatroli, mengadakan sosialisasi, dan melakukan pemadaman darat. Ada juga pengerahan 37 pesawat untuk water bombing dan patroli. Khusus di Provinsi Riau, dikerahkan pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca/hujan buatan.

Berdasar data BMKG, sedikitnya 2.510 titik panas terpantau tersebar di seluruh wilayah ASEAN. Seluruh titik panas itu terpantau oleh citra Satelit Terra Aqua MODIS, SNPP, NOAA-20, dan Satelit Himawari-8 selama kurun 4–7 September 2019.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo menerangkan, jumlah titik panas di ASEAN selama empat hari terakhir (4–7 September 2019) cukup fluktuatif dengan kecenderungan bertambah. Pada 4 September lalu, BMKG memantau terdapat 727 titik panas di seluruh ASEAN. Kemudian, pada 5 September, jumlah titik panas turun menjadi 516 titik. Tanggal 6 September, jumlahnya meningkat menjadi 619 titik. Kemudian, pada 7 September jumlah titik panas naik lagi menjadi 648 titik.

Read Previous

Revisi UU KPK Dianggap Cacat Prosedur

Read Next

Gubernur Ajak Mahasiswa Ciptakan Peluang Usaha

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *