Empati atau Sekadar Pembuktian Diri?

Ilustrasi

FENOMENA berbagi kebaikan di tengah pandemi Covid-19 marak terjadi, semangat berbagi ini dilakukan dengan berbagai cara. Nggak hanya dewasa, sebagian semangat berbagi ini datang dari kalangan muda (generasi Z), dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial yang dimiliki di segala lini, baik WhatsApp, Instagram, Twitter dan lainnya.

Psikolog di RSJ Daerah Sungai Bangkong Pontianak, Ghulbuddin Himamy, M.Psi mengatakan fenomena berbagi di tengah pandemi Covid-19 ini memang cukup banyak dilakukan kalangan muda. Aksi berbagi ini dinilai sebagai ajang untuk menunjukkan bahwa media sosial yang dimiliki bukan hanya untuk hura-hura dan bermain semata.

“Kalangan muda yang didominasi generasi Z ini ingin menunjukkan bahwa media sosial juga bisa dimanfaatkan ke arah yang positif untuk membantu orang lain,” katanya.

Psikolog yang akrab disapa Imam ini menuturkan saat melakukan aksi berbagi, ada semacam reward yang diterima, baik yang bersifat intern, yakni kepuasaan sudah melakukan suatu kebaikan kepada orang lain dan perasaan bahagia sudah berbagi sesama. Serta, kepuasaan menjadi pelopor karena berhasil mengajak orang lain berpartisipasi di dalamnya.

“Di samping itu generasi Z juga menerima reward external yakni penghargaan dan pujian dari orang lain atas aksi yang dilakukan,” tutur Imam.

Imam menjelaskan jika dilihat dari tahapan perkembangan psikologi, rata-rata generasi Z yang melakukan aksi berbagi ini berada pada rentang usia remaja hingga memasuki masa dewasa awal. Pada rentang usia ini generasi Z berada pada tahapan ingin membuktikan jika dirinya mampu dan dapat berguna bagi orang lain.

Sisi lain, juga ingin memperlihatkan bahwa generasi Z ini mampu untuk membantu sesamanya. Pandemi Covid-19 yang ada sekarang ini memang mendorong masyarakat untuk lebih perhatian dan peduli terhadap orang lain. Imam menyatakan ketika membantu seseorang dan diunggah di media sosial, ada semacam chain effect.

“Dimana membuat orang lain ingin membantu orang lain juga,” ujarnya.

Imam mengungkapkan banyak dampak positif dari aksi berbagi yang generasi Z lakukan di tengah pandemi Covid-19 ini, yakni mendorong dan memotivasi orang lain untuk melakukan aksi serupa dalam membantu orang lain. Serta, mengajarkan bahwa media sosial media dapat digunakan untuk hal-hal positif dalam membantu sesama.

Meski begitu, Dosen Psikologi di Poltekkes Kemenkes Pontianak ini mengingatkan generasi Z juga perlu menimbang atau memilih aksi berbagi yang dilakukan. Apakah ada dampak dari aksi berbagi yang dilakukan. Apakah aksi berbagi tersebut telah tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Usahakan aksi berbagi yang dilakukan tepat sasaran. Jangan lupa saat melakukan aksi berbagi, tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Jangan sampai aksi yang dilakukan ini justru merugikan dan menyakiti perasaan orang lain. Aksi berbagi dilakukan atas dasar keikhlasan dan keinginan untuk membantu.

“Hindari melakukan aksi tersebut hanya untuk kedok agar viral hingga terkesan berlebihan dan mengganggu orang lain,” pesan Imam. (ghe)

error: Content is protected !!