Enam Lokal Kelas SD Negeri 12 Pemangkat Ludes Terbakar

kebakaran pemangkat

HANGUS TERBAKAR: Kebakaran menghanguskan SD Negeri 12 Pemangkat, Jumat (13/9). FAHROZI/PONTIANAK POST

Siswa Terpaksa Menumpang di Sekolah Lain

Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Kali ini si jago merah melahap sejumlah bangunan sekolah dan perumahan guru yang terletak di Jalan Melati Desa Penjajap pada Jumat (13/9) sekitar pukul 11.00.

Kejadian tersebut memicu kepanikan luar biasa warga di sekitar bangunan. Pasalnya, lokasi kejadian berada di permukiman padat penduduk. Ditambah lagi, cuaca panas serta tiupan angin cukup kencang.

Kapolres Sambas, AKBP Permadi Syahids Putra mengatakan, kebakaran terjadi di SD Negeri 12 Pemangkat, SD Negeri 21 dan SD Negeri 03 Pemangkat. Kebakaran pertama kali terjadi di perumahan guru milik SD Negeri 03 Pemangkat yang memang tidak berpenghuni. “Di belakang SD Negeri 12 itu, ada perumahan guru tapi milik SD Negeri 03, dan diduga dari situlah api pertama muncul kemudian menjalar ke SD Negeri 12 dan ke SD Negeri 21,” katanya.

Api cepat membesar, lantaran bangunan masih banyak berbahan kayu. Ditambah lagi cuaca panas serta angin yang bertiup cukup kencang. Sekitar dua jam petugas pemadam kebakaran bisa memperkecil kobaran api.

Sejumlah pemadam kebakaran swasta juga turun cepat begitu mendapatkan kabar adanya kebakaran. Selain petugas, warga ikut membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Jajaran Polsek Pemangkat, Kompi Kipan B 645 Gardatama Yudha, Koramil 1202-02 Pemangkat, dan personel TNI AL ikut membantu proses pemadaman api.

Kebakaran menyebabkan setidaknya 11 lokal sekolah hangus terbakar. Mulai dari ruang kelas, ruang kantor serta perumahan guru. “Enam lokal kelas dan satu lokal kantor di SD Negeri 12 Pemangkat, habis terbakar. Kemudian dua lokal kelas terbakar bagian atas dan dek selasar kelas di SD Negeri 21 pemangkat, serta dia bangunan perumahan guru milik SD Negeri 03 terbakar habis,” katanya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Uray Iskandar mengatakan, saat kejadian sekolah sedang libur karena pekatnya kabut asap. Menurut Uray, tidak ada peralatan dan perlengkapan sekolah yang bisa diselamatkan karena api yang menyebar dengan begitu cepat.

Menyikapi bencana tersebut, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, untuk mencarikan solusi agar kegiatan belajar mengajar setelah murid masuk sekolah bias dilaksanakan. “Kami sudah mengambil langkah, di antaranya berkoordinasi dengan Camat Pemangkat. Jadi saat anak-anak masuk sekolah murid kelas 1, 2 dan 3 SD Negeri 12 sementara akan ditumpangkan di SD Negeri 03 pemangkat,” katanya.

Siswa kelas 4, 5 dan 6 SD Negeri 12, nanti akan menumpang di SD Negeri 21 Pemangkat. “Kemungkinan sekolah nanti akan menumpang di sekolah lain, bisa saja nanti belajar pada jam siang,” katanya.

Anggota DPRD Sambas, Tjong Tji Hok SPd MPd alias Bruno menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan petugas pemadam kebakaran yang secara bersama-sama dengan cepat mengatasi kebakaran. “Karena cuaca panas dan musim kemarau panjang lingkungan sangat sensitif terhadap api. Dan lokasi kebakaran juga banyak bangunan yang bukan dari beton. Sehingga kalau tidak cepat ditangani, dikhawatirkan kebakaran bisa meluas. Jadi kami memberikan apresiasi kepada Damkar dan BPK Pemangkat,” katanya.

Ditanya harapan ke depan untuk mencegah terjadinya kebakaran di sekolah-sekolah. Bruno mengingatkan sudah saatnya sekolah-sekolah memiliki hydrant atau sumber air cukup, kemudian peralatan pemadam kebakaran pertama. “Selain menyiapkan hydrant atau sumber air cukup. Sekolah harus memiliki peralatan untuk pertolongan pertama ketika terjadi kebakaran. Dengan harapan api tak meluas,” katanya. (fah)

 

Read Previous

Upaya Menciptakan P3A yang Berkompetensi Handal

Read Next

Perusahaan Bantah di Lahan Mereka

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *