Enam Penumpang dari KKU Dites Usap

PERIKSA: Petugas kesehatan tengah memeriksa penumpang kapal motor dari Kayong Utara yang ke Pontianak di Pelabuhan Kapuas Indah, Jumat (22/1) siang. IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Para penumpang yang menggunakan transportasi air dari Sukadana, Kabupaten Kayong Utara ke Kota Pontianak mulai dilakukan pemeriksaan tes usap (swab) Covid-19 sejak, Jumat (22/1). Di hari pertama kemarin, pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap enam penumpang kapal motor yang tiba di Pelabuhan Kapuas Indah.

“Hari ini(kemarin)perdana kami melaksanakan instruksi dari gubernur untuk melakukan pemeriksaan swab PCR untuk seluruh penumpang yang berasal dari KabupatenKayong Utara yang menggunakan transportasi air,” ungkap Kabid Yankes Dinkes Kalbar Feery Safariadi.

Selain di Pelabuhan Kapuas Indah yang merupakan tujuan terbanyak penumpang dari Kayong Utara, hal yang sama juga bakal dilaksanakan di Pelabuhan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. “Tujuannya sebagai pengendalian pencegahan, meminimalisir kasus impor yang masuk ke Pontianak. Ini akan dilaksanakan setiap haridan waktunya menyesuaikandengan kedatangan kapal,” paparnya.

Rencananya Satgas Covid-19 Kalbar juga bakal membangun posko sementara di lokasi pelabuhan. Jika dari hasil pemeriksaan PCR secara acak dari penumpang tersebut ditemukan kasus positif Covid-19, langkah selanjutnya yang bersangkutan akan dilakukan isolasi terarah di Upelkes.

“Hasil itu jugaakan disampaikan kepada Pemda (Kayong Utara) agar menjadi perhatian. Bahwa pihak Pemda lebih memperketat pelaku perjalanan dalam negeri menggunakan transportasi air,” tutupnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengatakan, pelaku perjalanan yang bakal dites adalah, para penumpangkapal motor dan long boat yang melayani rute Teluk Batang-Pontianak, Sukadana-Pontianak, Dusun-Pontianakatau TelukBatang-Rasau Jaya. Termasuk rute Teluk Melano-Rasau Jaya, Durian Sebatang-Rasau Jayadan Dusun-Rasau Jaya.

“Uji swab yang dimaksud ini adalah uji swab PCR dan Antigen. Nanti akan kami lakukan secara acak. Kegiatan ini dimaksudkan dalam rangka membantu Satgas Kayong Utara yang selama ini kurang melakukan tracing dan testing terhadap wargadi sana,” ungkapnya, Kamis (21/1).

Harisson mengingatkan kepada semua daerah, untukkeluar dari pandemi atau mengendalikan Covid-19 di suatu daerah, Satgas kabupaten/kota harus aktif melaksanakan 3 T, yaitu tracing, testing dan treatment.Pelaksanaannya harus satu per seribu penduduk.Namunkhusus di Kayong Utara, ia mengatakan sedikit sekali melaksanakan 3T.

“Di samping 3T memang harus dilakukan 3M, masyarakat harus melakukan 3M, menjaga jarak, memakai masker, sering mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Ini yang harus dilakukan oleh Satgas kabupaten/kota agar Covid-19 di daerahnya terkendali,” paparnya.

Harisson mengatakan, pihaknya tidak bisa mengetahui bagaimana gambaran penularan Covid-19 di Kayong Utara, karena memangdaerah tersebut sangatsedikit melakukan tes. Testing dinilai penting untuk memetakan kasus Covid-19yang terjadi dan langkah penanggulangannya.(bar)

error: Content is protected !!