Epson Gelar Penanaman Mangrove

MANGROVE: Tim Epson Indonesia saat melakukan penanaman mangrove di Taman Wisata Alam Angke Kapuk. ISTIMEWA

PONTIANAK – PT Epson Indonesia menutup tahun fiskal 2019 dengan menggelontorkan sejumlah kegiatan CSR penanggulangan kemiskinan dan kepedulian terhadap lingkungan. Event CSR kali ini Epson menyasar penanaman pohon mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk. Lebih dari 200 batang mangrove ditanam di kawasan tersebut dengan melibatkan pihak sekolah.

Director Finance & Corporate Service PT Epson Indonesia, M Husni Nurdin, menjelaskan PBB memiliki program Sustainable Development Goals (SDG’s) terdapat 14 item yang menjadi target diantaranya kemiskinan dan lingkungan hidup. Selama 18 tahun terakhir Epson fokus pada kemiskinan. Upaya yang dilakukan misalnya menyantuni panti asuhan, yatim piatu, sekolah-sekolah yang membutuhkan donasi beragam jenis, termasuk pemberian printer dan projector.

“Awalnya CSR Epson bergerak dalam membantu mengentaskan kemiskinan. Selanjutnya saat ini mulai mengarah pada kepedulian terhadap lingkungan. Saat ini kita punya visi tahun 2050 mengurangi emisi karbon sampai kecil untuk seluruh proses seluruh kegiatan epson di seluruh dunia. Setelah kemiskinan kita ambil lingkungan,” kata dia.

Sebelumnya epson telah menggelar kegiatan inisiatif pengelolaan limbah, edukasi di sekolah-sekolah, tahun 2019 menurutnya berpendapat agar pengembangan CSR dipilih mangrove sebagai kegiatan berikutnya. “Mangrove penting bagi Jakarta, dan daerah lain. Karena Jakarta lautnya paling berpolusi, ada pembangunan yang tidak baik perencanaan sehigga bagian-bagian pantai mengalami abrasi. Ekologi lingkungan semakin tidak ideal, kita pikir Jakarta sangat penting daerah pantai harus kembali hijau, kembalikan ekologi satwa dan seterusnya,” tambahnya.

Sementara itu Kasubag TU SMA 96 Jakarta Barat Lambria Sofia mengatakan kontribusi Epson ke sekolah dan pendidikan sangat membantu. “Dari Epson minta agar kita terlibat dalam kegiatan mangrove, dari pihak sekolah respon untuk terlibat. Epson juga memberikan satu produk untuk digunakan dalam pendidikan seperti printer. Pihak sekolah sangat membutuhkan, di sekolah pengadaan printer diperbolehkan hanya satu unit per tahun,” sebut Lambria.

Ken Savitri, Petugas BKSDA kawasan Angke Kapuk menyebut kawasan itu memiliki luasan 99 hektare namun hanya 25 persen ditumbuhi oleh mangrove. Sebelumnya kawaasan tersebut adalah tambak udang. Pihaknya sebelumnya terus berupaya melakukan penghijauan namun banyak menemukan kendala, termasuk mangrove mati akibat arus laut. “Jadi Kita masih memerlukan partisipasi masyarakat untuk ikut konservasi mangrove. Kita terbantu sekali, kita harapkan kegiatan ini berlanjut,” demikian Ken Savitri. (ars)

loading...