Esensi Merdeka Belajar

Patricia Vica, S.Pd.

Oleh Patricia Vica, S.Pd.

PENDIDIKAN merupakan segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyrakat dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan yang berlangsung disekolah dan diluar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat dimasa yang akan datang. Pendidikan adalah pengalaman–pengalaman belajar terprogram dalam bentuk pendidikan formal, dan nonformal, dan informal disekolah dan diluar sekolah.

Dengan pendidikan manusia berupaya mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi perubahan–perubahan yang terjadi akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju. Salah satu ilmu yang melandasi dan menjiwai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penting diajarkan sejak dini agar siswa  dapat berfikir logis, kritis, analistis, sistematis dan kreatif serta dapat bernalar dengan baik. Hal ini berarti dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik dapat mengfungsionalisasikan semua potensi siswa melalui penyediaan lingkungan belajar, aspek–aspek bahan pelajaran, guru, media pembelajaran, suasana kelas dan sebagainya.

Peserta didik tidak hanya dipandang sebagai makhluk yang berkesatuan jasmani dan rohani saja, tetapi perlu juga dilihat manifestasinya terhadap tingkah laku dan perbuatan yang berada dalam pengalamannya. Kecerdasan peserta didik perlu difungsikan secara aktif dalam mengambil bagian dalam kejadian–kejadian yang ada dan terjadi di lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, lembaga pendidikan sebaiknya dapat berlaku wajar, terbuka dan tanpa adanya dinding pemisah dengan masyarakat. Lembaga pendidikan merupakan miniatur dari masyarakat itu sendiri. Dengan demikian, peserta didik diharapkan dapat menghayati kehidupan melalui proses belajar yang edukatif. Belajar edukatif adalah belajar yang merdeka, yang dapat dilaksanakan di dalam dan di luar kelas (Barnadib, 1997: 35–36).

Tentang konsep merdeka belajar yang merupakan program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. Nadiem membuat kebijakan merdeka belajar bukan tanpa alasan. Pasalnya, penelitian Programme for International Student Assesment (PISA) tahun 2019 menunjukkan hasil penilaian pada peserta didik Indonesia hanya menduduki posisi keenam dari bawah; untuk bidang matematika dan literasi, Indonesia menduduki posisi ke–74 dari 79 Negara. Dalam menyikapi hal ini, kemudian beliau Mas Nadiem pun membuat gebrakan penilaian dalam kemampuan minimum, meliputi literasi, numerasi, dan survei karakter.

Sebagaimana terkait Literasi bukan hanya mengukur kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menganalisis isi bacaan beserta memahami konsep di baliknya. Untuk kemampuan numerasi, yang dinilai bukan pelajaran matematika, tetapi penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep numerik dalam kehidupan nyata. Satu aspek sisanya, yakni Survei Karakter, bukanlah sebuah tes, melainkan pencarian sejauh mana penerapan nilai–nilai budi pekerti, agama, dan Pancasila yang telah dipraktekkan oleh peserta didik. Esensi kemerdekaan berpikir bahwa pada dasarnya  para guru sebelum mereka mengajarkannya pada peserta didik harus dapat memahami kurikulum dan kebutuhan peserta didik.

Adanya kemerdekaan dan keleluasaan lembaga pendidikan dalam mengekplorasi secara maksimal kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh peserta didik yang secara alamiah memiliki kemampuan dan potensi yang beragam. Jika dirumuskan kedua konsep tersebut sama–sama mengandung makna yang senada yaitu, peserta didik harus bebas dan berkembang secara natural. Menjadikan pengalaman langsung adalah rangsangan terbaik dalam pembelajaran; Guru harus bisa memandu dan menjadi fasilitator yang baik. Lembaga pendidikan harus menjadi laboratorium pendidikan untuk perubahan peserta didik, aktivitas di lembaga pendidikan dan di rumah harus dapat dikooperasikan.

Utamanya pendidikan juga bertanggung jawab membina peserta didik agar dewasa, berani, mandiri dan berusaha sendiri. Dengan demikian nuansa pendidikan semestinya diupayakan agar memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk selalu berpikir mandiri dan kritis dalam menemukan jati dirinya. Guru dan lingkungan sekitar memberikan pengetahuan positif yang bersifat memberikan pelajaran dan pemaknaan kepada peserta didik. Juga mengajarkan bagaimana menanamkan kepada peserta didik agar memiliki kekuatan bernalar.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan kemerdekaan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan transfer keilmuan. Sebab  peserta didik dianggap sebagai subjek utama bukan hanya sekadar objek dari sebuah proses pendidikan.

Dengan esensi merdeka belajar, dapat mengekplorasi kecerdasan dan kemampuan peserta didik sesuai dengan potensi, minat dan kecendrungannya masing-masing peserta didik secara demokratis, fleksibel dan menyenangkan. Juga dalam  konsep merdeka belajar menekankan adanya kemerdekaan dan keleluasaan lembaga pendidikan dalam mengekplorasi secara maksimal kemampuan, kecerdasan dan potensi peserta didik dengan cara yang fleksibel, alamiah dan menyenangkan. Peserta didik dapat belajar sesuai dengan hak yang seharusnya diperoleh. Sebuah hal yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bisa tahu tentang kemampuan dan talenta dirinya.

Guru sebagai fasilitator memberikan bimbingan dan menemani peserta didik dalam belajar tentang lingkungan den kemampuan berpikir kritis untuk menemukan ilmu pengetahuan. Tak hanya pengetahuan yang bersumber dari guru, ilmu bisa berasal dari mana saja dimana kita bisa belajar. Ruang berekspresi dan berargumentasi dalam menemukan hal ilmiah untuk pendidikan. Peserta didik merupakan benda hidup yang harus bisa diarahkan dalam pemaknaan dan esensi kemerdekaan berfikir untuk masa depan.

Keterikatan terhadap konsep konservatif akan guru hanya sebagai sumber belajar memberikan wajah baru dan wawasan baru. Merdeka belajar, merupakan konsep yang seharusnya kita bisa teru gali dan pelajari bersama. Berkolaborasi, diskusi dan ruang dalam bertukar pikiran oleh guru. Guru yang terus belajar dan berkembang memberikan kesempatan kepada peserta didik juga untuk mendapatka pengajaran dan pendidikan.

*)Guru di SMP Negeri 1 Parindu

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!